2202414003, Rayhan Bramantyo (2026) OPTIMASI PARAMETER OPERASI MESIN PENGERING KAIN SISTEM PUTAR BERBASIS ELEMEN PEMANAS MENGGUNAKAN SOFTWARE MINITAB DENGAN METODE 2^k FAKTORIAL DESIGN. Lainnya thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
Halaman Idetitas Skripsi Judul Pendahuluan dan Penutup.pdf
Download (977kB)
Isi skripsi Bab 2-4.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (1MB)
Manuskrip.pdf
Download (823kB)
Abstrak
Proses pengeringan kain batik secara konvensional masih bergantung pada sinar matahari sehingga sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, kelembapan udara, dan intensitas penyinaran. Kondisi tersebut menyebabkan waktu pengeringan menjadi tidak menentu serta berpotensi menurunkan kualitas hasil pengeringan. Oleh karena itu, diperlukan suatu mesin pengering yang mampu bekerja secara lebih efektif, terkontrol, dan tidak bergantung pada kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu elemen pemanas, kecepatan putaran mesin, dan waktu pengeringan terhadap kadar air kain batik, serta menentukan kombinasi parameter operasi yang menghasilkan kondisi pengeringan optimum. Penelitian menggunakan mesin pengering batik sistem putar berbasis elemen pemanas yang merupakan hasil modifikasi mesin cuci otomatis berkapasitas 6 kg. Variabel penelitian terdiri atas suhu elemen pemanas (40°C dan 50°C), kecepatan putaran mesin (280 rpm dan 920 rpm), serta waktu pengeringan (10 menit dan 15 menit). Rancangan percobaan disusun menggunakan metode 2ᵏ Full Factorial Design dengan delapan kombinasi perlakuan dan tiga kali replikasi sehingga diperoleh 24 data pengujian. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan perangkat lunak Minitab melalui Main Effects Plot, Interaction Plot, Analysis of Variance (ANOVA), Pareto Chart, persamaan regresi, dan Response Optimizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor utama berpengaruh signifikan terhadap kadar air kain batik, yaitu suhu elemen pemanas (p-value = 0,020), kecepatan putaran mesin (p-value = 0,000), dan waktu pengeringan (p-value = 0,002). Kecepatan putaran mesin merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling dominan berdasarkan nilai F-value sebesar 99,81 dan Pareto Chart of the Standardized Effects. Sementara itu, interaksi antar faktor tidak memberikan pengaruh yang signifikan (p-value > 0,05). Hasil optimasi menunjukkan bahwa kombinasi parameter terbaik diperoleh pada suhu elemen pemanas 50°C, kecepatan putaran mesin 920 rpm, dan waktu pengeringan 15 menit, dengan nilai prediksi kadar air sebesar 57,91% dan nilai composite desirability sebesar 0,9297. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mesin pengering batik sistem putar berbasis elemen pemanas mampu menghasilkan proses pengeringan yang lebih terkontrol dan berpotensi meningkatkan efisiensi proses pengeringan kain batik.
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (Lainnya) |
|---|---|
| Subjek: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik > 677 Tekstil |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Manufaktur D4 |
| User ID Pengunggah: | D4 Rayhan Bramantyo |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 09:00 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 09:00 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/43086 |

