IMPLEMENTASI HMI DAN SCADA SEBAGAI SISTEM KONTROL DAN MONITORING PADA SIMULASI TILT POURING

2203411020, M. Ilham Brilian Juniawan (2026) IMPLEMENTASI HMI DAN SCADA SEBAGAI SISTEM KONTROL DAN MONITORING PADA SIMULASI TILT POURING. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Pendahuluan, dan Penutup] Text (Judul, Pendahuluan, dan Penutup)
Judul, Pendahuluan, dan Penutup.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ISI (Bab2 s.d Bab4)] Text (ISI (Bab2 s.d Bab4))
ISI (Bab2 s.d Bab4).pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (4MB)

Abstrak

Perkembangan teknologi otomasi industri menuntut adanya sistem kontrol dan monitoring yang terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas proses produksi maupun pembelajaran. Salah satu implementasinya adalah pada simulasi tilt pouring yang mengintegrasikan sistem kontrol, aktuator pneumatik, motor induksi, serta perangkat monitoring berbasis Human Machine Interface (HMI) dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan HMI dan SCADA sebagai media kontrol dan monitoring pada simulasi tilt pouring berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Sistem dirancang menggunakan PLC Omron CP1H sebagai pengendali utama, HMI Omron NB5Q sebagai antarmuka operator, SCADA CX-Supervisor sebagai media monitoring, Variable Frequency Drive (VFD) Schneider ATV320 sebagai pengatur kecepatan motor, serta sistem pneumatik yang terdiri atas silinder pneumatik, solenoid valve, dan reed switch. HMI digunakan untuk melakukan pengendalian sistem pada mode manual maupun otomatis serta menampilkan kondisi proses, sedangkan SCADA digunakan untuk memantau parameter sistem secara waktu nyata (real-time monitoring), meliputi status operasi, kondisi alarm, kecepatan motor, tegangan, arus, dan trend parameter motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem simulasi tilt pouring berhasil direalisasikan dan beroperasi sesuai logika kontrol yang dirancang. Berdasarkan hasil pengujian komunikasi diperoleh rata-rata write latency sebesar 791 ms, rata-rata read latency pada HMI sebesar 583 ms, dan rata-rata read latency pada SCADA sebesar 1.075 ms. HMI memiliki waktu respons monitoring yang lebih cepat dibandingkan SCADA karena jalur komunikasinya lebih sederhana, sedangkan SCADA memerlukan proses tambahan pada komunikasi jaringan dan pemrosesan data. Meskipun demikian, latency SCADA masih dapat diterima karena penelitian ini mengimplementasikan SCADA sebagai media supervisory monitoring, bukan pengendalian langsung (real time control), sehingga tidak memengaruhi kinerja sistem kendali dan masih sesuai dengan karakteristik aplikasi monitoring.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 600 Teknologi
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Elektro > Teknik Otomasi Listrik Industri D4
User ID Pengunggah: Unnamed user with email mohammad.ilham.brilian.juniawan.te22@mhsw.pnj.ac.id
Date Deposited: 31 Jul 2026 02:23
Last Modified: 31 Jul 2026 02:23
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/42389

Actions (login required)

View Item
View Item