Analisis Pengaruh Perbedaan Parameter Gempa terhadap Struktur Gedung 4 Lantai

2301311043, Muhammad Dafa Azzumar (2026) Analisis Pengaruh Perbedaan Parameter Gempa terhadap Struktur Gedung 4 Lantai. D3 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of JUDUL, BAB I, BAB V, DAFPUSS.pdf] Text
JUDUL, BAB I, BAB V, DAFPUSS.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK NEW, BAB II-IV, LAMPIRAN.pdf] Text
ABSTRAK NEW, BAB II-IV, LAMPIRAN.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (5MB)

Abstrak

Indonesia memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi sehingga perencanaan struktur bangunan perlu mempertimbangkan variasi parameter gempa antarwilayah sesuai SNI 1726:2019. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi nilai percepatan spektral periode pendek (Ss = 0,6 g; 0,8 g; dan 1,0 g) terhadap respons struktur gedung ruko beton bertulang empat lantai pada Kelas Situs SE (tanah lunak) di Jakarta, dengan nilai percepatan spektral periode 1 detik (S1) dijaga konstan sebesar 0,3 g. Struktur dimodelkan menggunakan ETABS v22 dan dianalisis dengan metode statik ekuivalen mengacu SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019. Parameter yang dievaluasi meliputi gaya geser dasar (base shear), distribusi gaya lateral, simpangan antar lantai (story drift), serta rasio kapasitas penampang (Demand-Capacity Ratio/DCR) pada elemen balok dan kolom kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya geser dasar tidak meningkat secara proporsional terhadap kenaikan Ss; pada arah X, gaya geser dasar menurun 18,43% dari Model 1 ke Model 2 kemudian hanya naik 0,22% dari Model 2 ke Model 3, akibat degradasi koefisien amplifikasi situs Fa (dari 1,54 menjadi 1,14 dan 0,90) pada tanah lunak yang pengaruhnya lebih dominan dibanding kenaikan Ss. Simpangan antar lantai mengikuti pola non-linier yang sama, dengan arah X jauh lebih sensitif dibandingkan arah Y. Seluruh model memenuhi batas simpangan izin SNI 1726:2019 (Δa = 70,0 mm) dengan rasio keamanan minimum 2,60, dan seluruh elemen balok serta kolom kritis berstatus aman (DCR < 1,0). Temuan ini menunjukkan bahwa pada tanah lunak, kenaikan nilai Ss tidak selalu meningkatkan tuntutan gaya lateral pada struktur secara proporsional, hal penting untuk dipahami dalam pemilihan parameter desain gempa; secara praktis, perencana struktur pada tanah lunak disarankan untuk tidak hanya berpatokan pada nilai Ss saat menentukan dimensi elemen, melainkan turut mengevaluasi koefisien amplifikasi situs (Fa) secara spesifik agar diperoleh desain yang aman sekaligus efisien secara ekonomis.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D3)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 624 Teknik sipil
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Sipil > Konstruksi Gedung D3
User ID Pengunggah: Muhammad Dafa Azzumar
Date Deposited: 30 Jul 2026 02:31
Last Modified: 30 Jul 2026 02:31
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/41568

Actions (login required)

View Item
View Item