2203411010, Rakha Adrian Prabaswara (2026) ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS DATA ANTARA SMART SHADING SYSTEM DENGAN PENGUKURAN SHADING MANUAL PADA PEMBELAJARAN PLTS. Lainnya thesis, POLITEKNIK NEGERI JAKARTA.
Skripsi2026-Laporan Skripsi_Rakha_Adrian_Prabaswara_Isi.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (5MB)
Skripsi2026-Laporan Skripsi_Rakha_Adrian_Prabaswara (4).pdf
Download (2MB)
Abstrak
Praktikum Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu metode pembelajaran yang digunakan untuk memahami karakteristik panel surya dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerjanya. Pada pelaksanaannya, simulasi shading, pengaturan arah panel surya, dan sudut kemiringan panel masih banyak dilakukan secara manual sehingga berpotensi menghasilkan variasi kondisi pengujian antar praktikan. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kualitas data hasil pengukuran yang diperoleh. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan Smart Shading System sebagai media pembelajaran PLTS yang mampu mengatur tingkat shading, arah panel surya, dan sudut kemiringan panel secara otomatis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kualitas data antara Smart Shading System dan metode pengukuran shading manual pada pembelajaran PLTS. Sistem yang dikembangkan menggunakan ESP32-S3 sebagai pusat kendali, motor stepper NEMA23 sebagai penggerak mekanisme shading dan arah panel, aktuator linear HARL1834 untuk pengaturan sudut panel, serta HMI Nextion sebagai antarmuka pengguna. Pengujian dilakukan dengan variasi arah panel surya Timur dan Barat, sudut azimut 20° dan 80°, serta tingkat shading 20% dan 80%. Data yang diamati meliputi tegangan, arus, daya, intensitas cahaya, dan temperatur panel surya. Analisis kualitas data dilakukan menggunakan parameter statistik berupa mean, standar deviasi, dan koefisien variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Shading System mampu menjalankan fungsi pengaturan shading, arah panel, dan sudut panel secara otomatis sesuai parameter yang diberikan. Selain itu, hasil analisis kualitas data menunjukkan bahwa Smart Shading System menghasilkan data yang lebih konsisten dibandingkan metode praktikum manual. Nilai koefisien variasi yang lebih rendah menunjukkan bahwa data hasil pengukuran memiliki tingkat penyebaran yang lebih kecil sehingga lebih stabil dan mudah direplikasi. Dengan demikian, Smart Shading System dapat digunakan sebagai media pembelajaran PLTS yang mampu meningkatkan kualitas dan konsistensi data hasil praktikum dibandingkan metode pengukuran shading manual

