ANALISIS KINERJA SISTEM WATER LEVEL CONTROL DENGAN PEMANAS AIR BERBASIS PLC DAN KONVENSIONAL

2303311092, Esfan Cristover Hutabarat (2026) ANALISIS KINERJA SISTEM WATER LEVEL CONTROL DENGAN PEMANAS AIR BERBASIS PLC DAN KONVENSIONAL. Lainnya thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Pendahuluan, dan Penutup] Text (Judul, Pendahuluan, dan Penutup)
IDENTITAS.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Isi Bab 2 sd Bab 4] Text (Isi Bab 2 sd Bab 4)
ISI.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (916kB)
Official URL: https://pnj.ac.id

Abstrak

Sistem pemrosesan fluida di industri memerlukan regulasi volume cairan dan manajemen termal yang andal untuk mencegah waktu henti operasi (downtime). Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis kinerja Prototype Sistem Water Level Control (WLC) dengan Pemanas Air menggunakan dua jalur operasi otomatis terpisah, yaitu mode otomatis Programmable Logic Controller (PLC) dan mode cadangan otomatis elektrik konvensional. Metode pengujian dilakukan melalui tiga tahapan utama: pengujian proteksi sirkuit pengunci (interlock), pengujian respons sirkuit gangguan (fault), serta pengujian mekanisme alih kendali (transfer switch mechanism). Hasil pengujian sistem pengunci menunjukkan koordinasi sinkronisasi antara pengondisi suhu REX-C100 dan PLC melalui kontak bantu relai MY4 berjalan presisi, di mana elemen pemanas hanya diizinkan aktif jika air berada pada tingkat sedang (LV 2) untuk mencegah risiko pemanasan kering (dry-heating). Pada pengujian gangguan aliran (no-flow), instruksi tunda waktu (delay) selama 12 sekon pada PLC berhasil menyaring gangguan kekosongan aliran sesaat saat awal pemompaan sebelum mengalihkan beban operasi ke pompa cadangan. Pengujian simulasi gangguan beban lebih melalui Thermal Overload Relay (TOR) mampu memutus sirkuit fasa secara instan (< 0,5 s), serta mengeksekusi mode mati total (blackout) saat terjadi gangguan ganda. Pengujian mekanisme alih kendali membuktikan bahwa sakelar pemilih putar bertipe Break-Before-Make mampu menghasilkan durasi transisi transien (transient transition) yang sangat cepat yaitu kurang dari 0,05 sekon, sehingga momentum inersia motor menjaga putaran pompa tetap kontinu tanpa interupsi pelayanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kendali ganda otomatis terbukti andal dalam menjaga kesinambungan pelayanan distribusi air panas serta mengoptimalkan proteksi keselamatan kerja panel industri.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (Lainnya)
Subjek: 500 – Ilmu Pengetahuan > 530 Fisika > 537 Listrik dan elektronik
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 600 Teknologi
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Elektro > Teknik Listrik D3
User ID Pengunggah: Esfan Hutabarat
Date Deposited: 29 Jul 2026 02:08
Last Modified: 29 Jul 2026 02:08
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/41497

Actions (login required)

View Item
View Item