RANCANG BANGUN SMART SYSTEM PENGONDISIAN UDARA MENGGUNAKAN EVAPORATIVE COOLING DAN PENJADWALAN MISTING PADA TANAMAN ANGGUR

2303311009, Muhammad Abid Maulana (2026) RANCANG BANGUN SMART SYSTEM PENGONDISIAN UDARA MENGGUNAKAN EVAPORATIVE COOLING DAN PENJADWALAN MISTING PADA TANAMAN ANGGUR. D3 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Halaman Identitas Dokumen Tugas Akhir] Text (Halaman Identitas Dokumen Tugas Akhir)
Halaman Identitas Dokumen Tugas Akhir (2).pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Isi (Bab 2 sd Bab 4)] Text (Isi (Bab 2 sd Bab 4))
Isi (Bab 2 sd Bab 4).pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (2MB)

Abstrak

Budidaya tanaman anggur (Vitis vinifera) di daerah tropis menghadapi tantangan berupa tingginya suhu udara yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun smart system pengondisian udara menggunakan evaporative cooling dan penjadwalan misting berbasis Internet of Things (IoT) untuk menjaga kondisi mikroklimat tanaman anggur. Sistem terdiri atas dua subsistem, yaitu evaporative cooling yang mengendalikan Cooling Pad dan Exhaust Fan berdasarkan pembacaan suhu dan kelembapan menggunakan Temperature Humidity Sensor Probe TH02S, serta sistem misting yang bekerja berdasarkan penjadwalan waktu. Seluruh parameter operasi, meliputi setpoint suhu dan jadwal misting, dapat diatur secara manual melalui Human Machine Interface (HMI). Metode kontrol histeresis diterapkan pada sistem evaporative cooling untuk mencegah chattering pada relay, sedangkan sistem misting bekerja secara otomatis sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor TH02S-M memiliki selisih pembacaan suhu sebesar 0,4–0,5°C terhadap alat ukur pembanding pada 7 titik pengujian. Sistem evaporative cooling dengan kontrol histeresis (Upper Setpoint 30°C dan Lower Setpoint 28°C) berhasil bekerja sesuai logika kontrol pada seluruh 10 titik pengamatan, sedangkan sistem misting berhasil melakukan penyemprotan tepat waktu dengan durasi 15 menit pada seluruh 5 siklus pengujian. Pengujian kontinuitas pada 24 titik jalur perkabelan juga menunjukkan nilai resistansi 0,1–0,2 Ω yang mengindikasikan seluruh koneksi terhubung dengan baik. Secara keseluruhan, kedua sistem beroperasi dengan baik sesuai pengaturan yang diberikan, mampu menjaga kondisi mikroklimat secara stabil, serta terintegrasi dengan dashboard berbasis IoT sehingga parameter suhu, kelembapan, dan status sistem dapat dipantau secara real-time.

Kata Kunci: Evaporative Cooling, Histeresis, IoT, Misting, Pengondisian Udara, Tanaman Anggur.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D3)
Subjek: 500 – Ilmu Pengetahuan > 530 Fisika > 537 Listrik dan elektronik
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Elektro > Teknik Listrik D3
User ID Pengunggah: Muhammad Abid Maulana
Date Deposited: 24 Jul 2026 07:21
Last Modified: 24 Jul 2026 07:21
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/40583

Actions (login required)

View Item
View Item