2303321064, KHAIRAFASHA ARDIYANI (2026) Rancang Bangun Smart Exhaust Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Berbasis Internet of Things. D3 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
Halaman Identitas.pdf
Download (13MB)
Isi.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (3MB)
Abstrak
Kualitas udara dalam ruangan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesehatan, terutama pada ruangan dengan sumber polutan seperti dapur atau laboratorium. Partikulat halus PM2,5 menjadi parameter utama yang perlu dipantau karena ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut menembus hingga ke alveolus paru-paru dan masuk ke sistem peredaran darah. Penelitian ini merancang sistem pengolahan data dan logika kendali smart exhaust berbasis Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menggunakan mikrokontroler ESP32. Sistem membaca konsentrasi PM2.5 dari sensor PMS5003, mengkonversinya menjadi nilai ISPU menggunakan metode interpolasi linear sesuai Peraturan Menteri LHK No. 14 Tahun 2020, dan menerapkan kendali ON atau OFF dengan mekanisme hysteresis (batas nyala lebih dari 100, batas mati kurang dari 90) untuk mencegah chattering. Sistem juga dilengkapi dengan kontrol manual melalui platform Blynk serta tampilan informasi lokal pada LCD 16 kali 2. Hasil pengujian kesesuaian ISPU terhadap dua stasiun referensi KLHK (Gelora Bung Karno dan SPKU Lubang Buaya) menunjukkan tingkat kesesuaian kategori sebesar 93,3 persen (28 dari 30 titik pengamatan), dengan selisih pada beberapa titik disebabkan oleh waktu pemanasan sensor dan resolusi temporal data referensi, terutama pada titik yang nilai PM2.5 nya berada di sekitar batas breakpoint kategori. Pengujian efektivitas hysteresis membuktikan bahwa sistem berhasil mencegah chattering pada relay, dengan status relay tidak berubah selama nilai ISPU berada pada rentang 90 hingga 100. Pengujian tambahan menggunakan sumber polutan nyata (asap rokok dan debu makeup) menunjukkan respons sensor dan logika kendali yang konsisten dan proporsional terhadap perubahan konsentrasi PM2.5. Integrasi mode otomatis dan manual melalui Blynk juga berjalan tanpa konflik, dengan kontrol manual memiliki prioritas eksekusi yang lebih tinggi dibandingkan logika otomatis. Dengan demikian, sistem yang dirancang mampu bekerja secara responsif, stabil, dan sesuai dengan regulasi kualitas udara yang berlaku di Indonesia.
Kata kunci: smart exhaust, ISPU, PM2.5, hysteresis, ESP32
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D3) |
|---|---|
| Subjek: | 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan 500 – Ilmu Pengetahuan > 530 Fisika > 537 Listrik dan elektronik 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 600 Teknologi |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Elektro > Teknik Elektronika Industri D3 |
| User ID Pengunggah: | Khaira fasha |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 02:47 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 02:47 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/40456 |

