ANALISIS KESELARASAN TEKS DAN FOTO JURNALISTIK PADA TERMINOLOGI "BAJING" DAN "TUPAI" DI WEBSITE BOBO.ID PERIODE JANUARI 2023–JANUARI 2025

2306321132, Petra Christian Nugraha (2026) ANALISIS KESELARASAN TEKS DAN FOTO JURNALISTIK PADA TERMINOLOGI "BAJING" DAN "TUPAI" DI WEBSITE BOBO.ID PERIODE JANUARI 2023–JANUARI 2025. D3 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Pendahuluan, dan Penutup] Text (Judul, Pendahuluan, dan Penutup)
Tugas Akhir Petra Christian Nugraha (Bab 1 dan 5).pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Isi Pembahasan Bab 2 sampai Bab 4] Text (Isi Pembahasan Bab 2 sampai Bab 4)
Tugas Akhir Petra Christian Nugraha (Bab 2-4).pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (1MB)

Abstrak

Ketepatan terminologi flora dan fauna merupakan aspek krusial dalam menjaga akurasi jurnalistik, khususnya pada media anak yang berfungsi membina literasi sains dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan antara teks dan foto jurnalistik serta akurasi penggunaan terminologi "bajing" dan "tupai" pada artikel di situs Bobo.id selama periode Januari 2023 hingga Januari 2025. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi terhadap 7 artikel sampel, dokumentasi, serta wawancara dengan editor redaksi Bobo.id. Analisis dilakukan menggunakan empat kriteria audit: (1) Keaslian dan objektivitas gambar, (2) Integritas visual bebas manipulasi, (3) Keselarasan akurat antara gambar dan teks pendukung, serta (4) Representasi subjek yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel artikel (100%) berhasil memenuhi kriteria keaslian foto dan bebas dari manipulasi digital. Namun, seluruh artikel tersebut gagal memenuhi kriteria keselarasan teks-gambar dan representasi subjek. Redaksi secara konsisten menggunakan istilah "tupai" untuk menggambarkan satwa yang secara visual dan taksonomi ilmiah merupakan bajing (Ordo Rodentia), serta menyematkan karakteristik pengerat pada sebutan "tupai". Ketidakakuratan ini dipengaruhi oleh penggunaan taksonomi rakyat (folk taxonomy), interferensi terminologi dalam penerjemahan artikel asing (squirrel menjadi tupai), pilihan redaksional secara sadar demi kemudahan pemahaman anak-anak, serta tuntutan kecepatan produksi media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakselarasan antara foto yang otentik dengan teks pendukung berisiko menanamkan miskonsepsi literasi sains secara persisten pada pembaca anak-anak.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D3)
Subjek: 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan
000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 070 Media berita, jurnalisme dan penerbitan > 070 Media berita, jurnalisme dan penerbitan
400 – Bahasa (Bahasa Indonesia dikelas 499) > 410 Linguistik > 415 Tata bahasa bahasa baku
700 - Seni dan Rekreasi > 770 Seni fotografi, komputer, film, video > 779 Gambar fotografi
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Grafika dan Penerbitan > Penerbitan / Jurnalistik D3
User ID Pengunggah: Petra Christian Nugraha
Date Deposited: 21 Jul 2026 08:26
Last Modified: 21 Jul 2026 08:26
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/39608

Actions (login required)

View Item
View Item