2302311034, Ahmad Sabila Rosyad (2026) Analisis Kondisi Material Casting pada pengelasan Boom PC200 dengan menggunakan metode Why Analisys. [Laporan Kampus Merdeka]
LAPORAN MAGANG_ Ahmad Sabila Rosyad_2302311034..pdf
Download (3MB)
LAPORAN MAGANG_Ahmad Sabila Rosyad-17-36.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (1MB)
Abstrak
Boom merupakan salah satu komponen utama pada excavator yang berfungsi sebagai struktur penopang lengan kerja dan menerima beban operasional yang tinggi. Oleh karena itu, kualitas proses manufaktur, khususnya pada tahap pengelasan, menjadi faktor penting untuk menjamin kekuatan dan keandalan komponen tersebut. Pada proses produksi Boom PC200 di PT Komatsu Indonesia ditemukan permasalahan berupa variasi dimensi material casting boom point antara sisi Right Hand (RH) dan Left Hand (LH) yang menyebabkan ketidaksesuaian gap saat proses fit-up dan pengelasan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi material casting terhadap proses pengelasan Boom PC200 serta mengidentifikasi akar penyebab terjadinya variasi dimensi menggunakan metode Why Analysis yang didukung dengan diagram fishbone. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran dimensi material, analisis data produksi, pengamatan gap pengelasan, serta evaluasi waktu finishing dan repair pada proses fabrikasi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa material casting memiliki dimensi di bawah standar yang ditetapkan, sehingga menyebabkan gap pengelasan menjadi lebih sempit dari standar 13 mm. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya potensi cacat pengelasan, terganggunya proses Robot Arc Welding (RAW), serta bertambahnya waktu perbaikan melalui proses gouging dan Semi Auto Welding (SAW). Berdasarkan hasil Why Analysis, akar penyebab utama permasalahan berasal dari ketidakkonsistenan proses casting yang meliputi desain gating system dan riser yang belum optimal, distribusi temperatur dan aliran logam cair yang tidak merata, kondisi mould yang mengalami keausan, serta kurang optimalnya sistem inspeksi dan pengendalian dimensi material.
Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan peningkatan pengendalian proses casting melalui optimasi desain gating dan riser, pengontrolan parameter proses yang lebih ketat, perawatan mould secara berkala, serta peningkatan inspeksi dimensi sebelum material memasuki proses fabrikasi. Dengan penerapan perbaikan tersebut diharapkan variasi dimensi material casting dapat diminimalkan sehingga kualitas pengelasan dan efisiensi proses produksi Boom PC200 dapat meningkat.
Kata kunci: Boom PC200, material casting, pengelasan, variasi dimensi, gap pengelasan, Why Analysis, fishbone diagram.
| Tipe Dokumen: | Laporan Kampus Merdeka |
|---|---|
| Subjek: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik > 672 Besi, baja, produk paduan besi lainnya |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Teknik Mesin D3 |
| User ID Pengunggah: | Ahmad Sabila Rosyad |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 07:52 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 07:52 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/36905 |

