STUDI KASUS PENYEBAB OVERHEAT UDARA PADA INTAKE MANIFOLD ENGINE CUMMINS QSX15

2202311073, Anas Malik Hidayat (2025) STUDI KASUS PENYEBAB OVERHEAT UDARA PADA INTAKE MANIFOLD ENGINE CUMMINS QSX15. D3 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Laporan Tugas Akhir, Lembar Cover, Lembar Pengesahan, BAB I dan BAB V] Text (Laporan Tugas Akhir, Lembar Cover, Lembar Pengesahan, BAB I dan BAB V)
TUGAS AKHIR ANAS MALIK HIDAYAT BAB 1, BAB 5, LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Isi Laporan Tugas Akhir] Text (Isi Laporan Tugas Akhir)
TUGAS AKHIR ANAS MALIK HIDAYAT BAB 2, BAB 3, BAB 4.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (2MB)
[thumbnail of Manuskrip] Text (Manuskrip)
Paper_2202311073_Anas Malik Hidayat_PNJ D3 teknik mesin.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori

Download (653kB)

Abstrak

Fenomena overheat pada engine diesel merupakan indikasi adanya gangguan sistem pendinginan udara masuk yang dapat memengaruhi kinerja dan keandalan engine secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya overheat udara pada intake manifold engine cummins qsx15yang digunakan pada unit alat berat, serta mengidentifikasi akar permasalahan menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) melalui Fishbone Diagram. Metode yang digunakan adalah studi kasus teknik dengan pengumpulan data melalui observasi visual, wawancara teknisi, pembacaan data suhu dari perangkat lunak Cummins INSITE, serta pemeriksaan langsung terhadap komponen sistem air intake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama terjadinya overheat adalah kondisi aftercooler yang kotor akibat kurangnya tindakan preventive maintenance, sehingga mengganggu proses pendinginan udara masuk dari turbocharger menuju ruang bakar. Faktor lain yang turut berkontribusi meliputi kualitas udara yang masuk, filter udara yang tidak diganti secara berkala, serta prosedur pemeriksaan yang dilakukan secara visual tanpa pembongkaran menyeluruh. Validasi hasil perbaikan dilakukan melalui pengujian suhu intake setelah pembersihan aftercooler, yang menunjukkan penurunan suhu signifikan dari 103°C menjadi 62,4°C, menandakan bahwa permasalahan telah berhasil diatasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelaksanaan preventive maintenance secara menyeluruh dan terjadwal, terutama pada sistem air intake, guna mencegah penurunan performa engine akibat gangguan pendinginan udara.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D3)
Subjek: 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 622 Teknik tambang dan teknik pertambangan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 629 Cabang teknik lainnya
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 631 Teknik khusus, peralatan, dan material
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Teknik Mesin D3
User ID Pengunggah: ANAS MALIK
Date Deposited: 28 Aug 2025 08:11
Last Modified: 28 Aug 2025 08:11
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/31309

Actions (login required)

View Item
View Item