2202441044, Nara Dinta Gallen (2026) ANALISIS PENYEBAB KERUSAKAN GULUNGAN (BURNED WINDING) PADA GENERATOR SET KERETA API DI BALAI YASA MANGGARAI. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

HALAMAN IDENTITAS (Judul, Pendahuluan, dan Penutup).pdf
Download (2MB)
ISI (BAB II sd BAB IV).pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (1MB)
Manuskrip_Nara Dinta Gallen.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori
Download (502kB)
Abstrak
Motor Fan Induksi 3 Fasa merk TECO berdaya 15 KW merupakan komponen penting pada sistem pendinginan Generator Set Kereta Api yang berfungsi menggerakkan kipas radiator untuk menjaga suhu kerja mesin diesel tetap optimal. Motor ini beroperasi secara kontinu pada lingkungan dengan beban tinggi sehingga rentan mengalami gangguan kelistrikan maupun mekanikal. Penelitian ini dilakukan di Balai Yasa Manggarai setelah ditemukan kerusakan berupa burned winding yang menyebabkan motor tidak dapat beroperasi dan berpotensi mengganggu sistem pendinginan serta keandalan pasokan listrik pada rangkaian kereta api. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan teknisi dan engineer, serta pengujian kondisi motor yang mengalami kerusakan. Pengujian meliputi pengukuran suhu permukaan motor menggunakan Infrared Thermometer dan pengukuran tahanan isolasi menggunakan Insulation Tester (Megger Test) 500 V. Selanjutnya, dilakukan pembongkaran motor untuk inspeksi visual komponen internal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA), diagram Fishbone, dan metode 5 Whys Analysis untuk menentukan akar penyebab kerusakan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi awal sebelum kegagalan total berupa suara dengung kasar, aroma hangus, kenaikan suhu motor hingga mencapai 101,5°C, serta nilai tahanan isolasi sebesar 0 MΩ yang menunjukkan kegagalan isolasi total. Hasil inspeksi visual memperlihatkan gulungan stator mengalami perubahan warna menjadi hitam akibat panas berlebih dan kerusakan lapisan isolasi. Analisis menunjukkan bahwa kerusakan burned winding dipicu oleh kemacetan Bearing akibat mengeringnya grease sehingga motor mengalami overcurrent yang menghasilkan panas berlebih dan menyebabkan hubungan singkat pada gulungan stator. Berdasarkan analisis menggunakan metode 5 Whys Analysis, akar penyebab kerusakan berasal dari kesalahan prosedur saat pemasangan Bearing, yaitu pemanasan menggunakan induction heater hingga 201°F yang melebihi batas aman 175°F sesuai service manual. Pemanasan berlebih menyebabkan kualitas grease menurun sehingga pelumas kehilangan fungsinya lebih cepat dan memicu kerusakan Bearing. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan prosedur kerja sesuai standar, peningkatan kompetensi teknisi melalui pelatihan berkala, serta pelaksanaan pemeliharaan preventif untuk meningkatkan keandalan Motor Fan Generator Set Kereta Api.
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4) |
|---|---|
| Subjek: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 622 Teknik tambang dan teknik pertambangan |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat D4 |
| User ID Pengunggah: | Nara Dinta Gallen |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 06:39 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 06:39 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/43869 |
Available Versions of this Item
- ANALISIS PENYEBAB KERUSAKAN GULUNGAN (BURNED WINDING) PADA GENERATOR SET KERETA API DI BALAI YASA MANGGARAI. (deposited 09 Oct 2026 06:39) [Currently Displayed]

