2502442006, Rangga Akbar Novrianto (2026) ANALISIS PERBANDINGAN RELIABILITY DUA UNIT LOADER R1600H HASIL PREVENTIVE MAINTENANCE 6000 HOURS ANTARA SERVICE CONTRACT (SC) DAN PRODUCT SUPPORT OPERATION (PSO) MENGGUNAKAN PARAMETER MTBF, MTTR DAN TOTAL DOWNTIME DI PT XYZ. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
RANGGA AKBAR NOVRIANTO_2502442006_SKRIPSI (JUDUL, PENDAHULUAN, PENUTUP).pdf
Download (4MB)
RANGGA AKBAR NOVRIANTO_2502442006_SKRIPSI (BAB II sampai BAB IV).pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (875kB)
Rangga Akbar N_2502442006_MANUSKRIP.pdf
Download (409kB)
Abstrak
Di lakukan penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Reliability antara Loader Underground R1600H nomor lambung 710672 yang dikerjakan oleh Product Support Operation (PSO) dengan R1600H nomor lambung 710680 yang di kerjakan oleh Service Contract (SC) selama 2000 jam sebelum PM 6000 Hours dan 1844 jam setelah PM 6000 jam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan parameter Meantime Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR) dan Total Downtime. Data operating hours, jumlah failure, repair time, dan total downtime dianalisis menggunakan parameter Mean Time Between Failures (MTBF), Mean Time to Repair (MTTR), dan total downtime. Hasil penelitian menunjukan bahwa Reliability 710680 menunjukan Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit 710680 yang dikerjakan oleh SC mengalami peningkatan MTBF dari 19,61 menjadi 24,92 jam/failure dan total downtime menurun dari 148 jam 45 menit menjadi 145 jam 15 menit. Namun, MTTR meningkat dari 01:27:30 menjadi 01:57:46. Sementara itu, unit 710672 yang dikerjakan oleh PSO mengalami penurunan MTBF dari 31,25 menjadi 30,23 jam/failure. Unit PSO menunjukkan perbaikan pada MTTR dari 00:16:43 menjadi 00:12:27 dan total downtime dari 17 jam 50 menit menjadi 12 jam 39 menit. Berdasarkan hasil tersebut, SC menunjukkan peningkatan reliability berdasarkan MTBF, sedangkan PSO menunjukkan performa lebih baik pada aspek maintainability dan downtime. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PM 6000 jam oleh SC lebih efektif dalam meningkatkan reliability berdasarkan kenaikan MTBF, sedangkan PSO menunjukkan efektivitas lebih baik dalam aspek maintainability karena mampu menurunkan MTTR dan total downtime. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam evaluasi pelaksanaan preventive maintenance agar peningkatan keandalan unit tidak hanya dilihat dari jarak antar failure, tetapi juga dari efisiensi waktu perbaikan dan penurunan downtime operasional.
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4) |
|---|---|
| Subjek: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat D4 |
| User ID Pengunggah: | Amd Rangga Novrianto |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 06:16 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 06:16 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/43766 |

