2502442005, Ardi Wiranata (2026) ANALISIS GANGGUAN PADA SISTEM KELISTRIKAN BATERAI FORKLIFT ELEKTRIK JUNGHEINRICH ETV MB216. Lainnya thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
Bab I Dan Bab V.pdf
Download (6MB)
Bab II, III, IV.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (1MB)
Paper Semnas.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori
Download (301kB)
Abstrak
Forklift elektrik Jungheinrich ETV MB216 yang menggunakan baterai timbal-asam tipe Positive Plates Zuurstof Sulfat (PzS) merupakan unit material handling yang banyak dioperasikan di sektor logistik dan pergudangan Indonesia. Gangguan pada sistem kelistrikan baterai unit ini berpotensi menyebabkan downtime operasional yang signifikan dan eskalasi biaya pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis gangguan pada sistem kelistrikan baterai, menganalisis faktor penyebab utamanya, serta merumuskan rekomendasi strategi pemeliharaan preventif yang efektif dan terukur.
Data yang digunakan bersumber dari Field Service Report (FSR) yang dikumpulkan oleh teknisi lapangan bersertifikat Jungheinrich Indonesia pada periode Juli 2025 hingga Februari 2026 di lokasi operasional PT. Sumber Alfaria Trijaya dan PT. Sinar Niaga Sejahtera. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dikombinasikan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Root Cause Analysis (RCA) berbasis fishbone diagram (diagram Ishikawa).
Hasil penelitian mengidentifikasi enam jenis gangguan utama dari total 45 kasus yang tercatat, yaitu: battery drop (31,1%), kebocoran tray baterai akibat overwatering (24,4%), kerusakan sel baterai (20,0%), kondisi kabel buruk (11,1%), kerusakan inter-cell connector (8,9%), dan kerusakan cell bolt (4,4%). Hasil FMEA menetapkan overwatering sebagai gangguan dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 280 (Severity=7, Occurrence=8, Detection=5), diikuti battery drop (RPN=224) dan kerusakan sel baterai (RPN=200). Analisis RCA mengungkap bahwa faktor manusia dan metode — khususnya ketidakpatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) pengisian air accu dan kurangnya pelatihan teknisi — berkontribusi pada 70% dari total gangguan yang teridentifikasi. Overwatering terbukti merupakan akar penyebab yang bersifat kaskade, memicu battery drop, korosi inter-cell connector, dan percepatan kerusakan sel secara simultan.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan implementasi SOP pengisian air accu terstandar, pemasangan level indicator pada tray baterai, kalibrasi charger setiap enam bulan, serta inspeksi komponen kelistrikan setiap 500 jam operasi. Strategi pemeliharaan preventif berbasis FMEA-RCA ini diproyeksikan dapat mengurangi frekuensi gangguan hingga 50–60%, setara dengan penghematan 90–216 jam downtime per tahun di setiap lokasi operasional.
Kata Kunci: Forklift elektrik, Jungheinrich ETV MB216, baterai PzS, FMEA, RCA, fishbone diagram, pemeliharaan preventif
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (Lainnya) |
|---|---|
| Subjek: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 600 Teknologi 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 622 Teknik tambang dan teknik pertambangan |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat D4 |
| User ID Pengunggah: | Ardi Wiranata |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 09:29 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 09:29 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/43661 |

