PENGARUH IMPLEMENTASI RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) TERHADAP UNPLANNED DOWNTIME SISTEM KELISTRIKAN LOADER UNDERGROUND DI TAMBANG PT. X

2502442003, Muhamad Rajiv (2026) PENGARUH IMPLEMENTASI RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) TERHADAP UNPLANNED DOWNTIME SISTEM KELISTRIKAN LOADER UNDERGROUND DI TAMBANG PT. X. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Pendahuluan dan Penutup] Text (Judul, Pendahuluan dan Penutup)
MUHAMAD RAJIV_2502442003_SKRIPSI (JUDUL, PENDAHULUAN, PENUTUP).pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Isi BAB II sampai BAB IV] Text (Isi BAB II sampai BAB IV)
MUHAMAD RAJIV_2502442003_SKRIPSI (BAB II sampai BAB IV).pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of Manuskrip] Text (Manuskrip)
MUHAMAD RAJIV_2502442003_MANUSKRIP.pdf

Download (476kB)

Abstrak

Sistem kelistrikan (electrical system) merupakan salah satu sistem kritis yang mempengaruhi keandalan dan ketersediaan loader underground. Berdasarkan data unplanned downtime PT. X periode Agustus–Desember 2025, sistem kelistrikan memberikan kontribusi downtime terbesar sebesar 26,53% atau 1.186 jam. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pemeliharaan yang efektif untuk mengurangi kerusakan dan meningkatkan keandalan komponen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi failure mode komponen kritis sistem kelistrikan, menentukan strategi pemeliharaan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM), serta mengevaluasi pengaruh implementasinya terhadap unplanned downtime. Metode yang digunakan meliputi analisis Pareto, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), RCM Decision Worksheet, serta analisis keandalan menggunakan parameter Mean Time To Failure (MTTF), failure rate (λ), dan reliability (R). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kritis terdiri dari sensor, wiring harness, battery, alternator, dan starting motor dengan total 1.137 kejadian kerusakan. Sensor memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 640. Berdasarkan hasil analisis RCM, strategi pemeliharaan yang direkomendasikan meliputi Scheduled On-Condition Task, Scheduled Restoration Task, dan Scheduled Discard Task. Evaluasi implementasi menunjukkan frekuensi kerusakan menurun sebesar 18,73% dan unplanned downtime berkurang dari 1.186 jam menjadi 918 jam atau sebesar 22,60%. Dengan demikian, penerapan RCM efektif meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan menurunkan unplanned downtime loader underground di PT. X.

Kata kunci: RCM, FMEA, sistem kelistrikan, loader underground.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 600 Teknologi
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat D4
User ID Pengunggah: Amd Muhamad Rajiv
Date Deposited: 16 Sep 2026 01:12
Last Modified: 16 Sep 2026 01:12
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/43658

Actions (login required)

View Item
View Item