2202421021, muhammad rafi kurniawan (2026) ANALISIS KEGAGALAN SCRAPER PADA SUBMERGED SCRAPER CONVEYOR MENGGUNAKAN METODE FMEA DI PLTU PT ABC. Lainnya thesis, POLITEKNIK NEGERI JAKARTA.
Judul bab 1 dan bab 5.pdf
Download (3MB)
Isi bab 2- 4.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (2MB)
Muhammad_Rafi_Kurniawan_Semnas_2026 .pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori
Download (559kB)
Abstrak
Analisis Kegagalan Scraper pada Submerged Scraper
Conveyor di PLTU PT ABC Menggunakan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA)”. Kegagalan pada komponen Scraper dapat mengganggu proses
pengangkutan abu sisa pembakaran dan berpotensi menurunkan kinerja operasional sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mode kegagalan yang
terjadi pada komponen Scraper, menganalisis faktor-faktor penyebab kegagalan, menentukan prioritas risiko kegagalan, serta memberikan rekomendasi perbaikan
untuk meningkatkan keandalan sistem Submerged Scraper Conveyor (SSC). Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitiatif menggunakan metode FMEA, Diagram Fishbone, dan Diagram Pareto. Data penelitian diperoleh
melalui observasi lapangan, data historis Work Order periode 2021-2025, wawancara, dan kuesioner kepada teknisi pemeliharaan. Diagram Fishbone digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan berdasarkan faktor Man, Machine, Material, Method, Measurement, dan Environment. FMEA digunakan untuk menghitung nilai Risk Priority Number (RPN), sedangkan Diagram Pareto digunakan untuk menentukan prioritas penanganan kegagalan.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam mode kegagalan pada komponen Scraper, yaitu korosi/keropos, bengkok/deformasi, terlepas dari chain, tersangkut, patah, dan aus/tipis. Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa mode
kegagalan terlepas dari cshain memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 275,15, diikuti oleh tersangkut sebesar 193,92, bengkok/deformasi sebesar
147,78, dan korosi/keropos sebesar 132,22. Berdasarkan analisis Pareto, keempat mode kegagalan tersebut memberikan kontribusi sebesar 86,9% terhadap total
risiko kegagalan sehingga menjadi prioritas utama dalam upaya perbaikan. Hasil analisis Fishbone menunjukkan bahwa penyebab dominan kegagalan berasal dari kondisi chain yang kendur, sprocket yang aus, lingkungan operasi yang korosif dan abrasif, serta prosedur inspeksi dan pemeliharaan yang belum optimal.
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (Lainnya) |
|---|---|
| Subjek: | 500 – Ilmu Pengetahuan > 530 Fisika > 530 Fisika 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 621 Fisika terapan |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Pembangkit Tenaga Listrik D4 |
| User ID Pengunggah: | Muhammad Rafi Kurniawan |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 01:48 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 01:48 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/43441 |

