ANALISIS PENGARUH SOOTBLOWER TERHADAP LAJU PERPINDAHAN PANAS SUPERHEATER PADA UNIT 2 DAN UNIT 3 PLTU INDRAMAYU

Wibowo, Ardi (2026) ANALISIS PENGARUH SOOTBLOWER TERHADAP LAJU PERPINDAHAN PANAS SUPERHEATER PADA UNIT 2 DAN UNIT 3 PLTU INDRAMAYU. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of SKRIPSI_Ardi_Wibowo_REVISI_Bagian 1.pdf] Text
SKRIPSI_Ardi_Wibowo_REVISI_Bagian 1.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI_Ardi_Wibowo_REVISI_Bagian 2.pdf] Text
SKRIPSI_Ardi_Wibowo_REVISI_Bagian 2.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (2MB)
[thumbnail of B-Paper_JMT_2026_English_Revisi_Baru.pdf] Text
B-Paper_JMT_2026_English_Revisi_Baru.pdf

Download (505kB)

Abstrak

Fouling akibat penumpukan abu batubara pada pipa superheater boiler menjadi salah satu penyebab utama turunnya efisiensi termal PLTU. Sootblower digunakan secara periodik untuk membersihkan jelaga tersebut tanpa menghentikan operasi boiler. Penelitian ini bertujuan menghitung laju perpindahan panas pada superheater Unit 2 dan Unit 3 PLTU Indramayu sebelum dan sesudah pengoperasian sootblower serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan laju perpindahan panas pada tiap unit. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari sistem Distributed Control System (DCS) PLTU Indramayu berupa tekanan, temperatur, dan laju aliran uap pada sisi masuk dan keluar superheater. Data diambil selama 9 jam sebelum dan 9 jam sesudah pengoperasian sootblower dengan interval 1 jam per titik data. Laju perpindahan panas dihitung dengan persamaan Q = ṁ × (h_out − h_in), di mana entalpi spesifik uap diperoleh melalui interpolasi linier dua dimensi pada tabel uap standar IAPWS-IF97. Data diambil pada kondisi beban operasi stabil untuk menjaga validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan pengoperasian sootblower berpengaruh terhadap laju perpindahan panas pada kedua unit. Pada Unit 2, rata-rata laju perpindahan panas meningkat dari 83,24 MW menjadi 89,80 MW atau naik 7,88% dengan kenaikan temperatur uap keluar 7,37°C. Pada Unit 3, rata-rata laju perpindahan panas meningkat dari 80,27 MW menjadi 89,93 MW atau naik 12,03% dengan kenaikan temperatur uap keluar 10,98°C. Temuan ini menunjukkan sootblower efektif memulihkan laju perpindahan panas superheater akibat berkurangnya fouling dan menjadi dasar rekomendasi evaluasi serta optimasi jadwal pengoperasian sootblower di PLTU Indramayu.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 500 – Ilmu Pengetahuan > 530 Fisika > 532 Mekanika fluida
500 – Ilmu Pengetahuan > 530 Fisika > 536 Panas
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 621 Fisika terapan
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Pembangkit Tenaga Listrik D4
User ID Pengunggah: Ardi Wibowo
Date Deposited: 18 Sep 2026 06:55
Last Modified: 18 Sep 2026 06:55
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/43196

Actions (login required)

View Item
View Item