PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA KEGAGALAN PERAWATAN FRONT WHEEL HUB PT X

2502442002, Muhammad Yardan Paressa (2026) PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA KEGAGALAN PERAWATAN FRONT WHEEL HUB PT X. Lainnya thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Halaman Identitas Dokumen Skripsi] Text (Halaman Identitas Dokumen Skripsi)
BAB 1 & 5.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 2 s/d BAB 4 Isi Skripsi] Text (BAB 2 s/d BAB 4 Isi Skripsi)
BAB 2-4.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (7MB)
[thumbnail of Manuskrip Artikel Ilmiah] Text (Manuskrip Artikel Ilmiah)
semnas PT X -REVISI 3.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori

Download (536kB)

Abstrak

SKT80S merupakan unit mining truck yang digunakan pada kegiatan operasional pertambangan dan membutuhkan tingkat keandalan yang tinggi agar aktivitas produksi berjalan optimal. Berdasarkan data historis unplanned downtime PT X Site Bogor periode Januari–Desember 2025 kegagalan Front Wheel Hub menjadi penyumbang downtime terbesar yaitu 1.190,1 jam atau 58,82% dari total unplanned downtime. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi maintenance yang tepat pada kegagalan Front Wheel Hub dengan menerapkan metode Reliability Centered Maintenance (RCM), serta mengevaluasi hasil penerapannya terhadap interval perawatan, Mean Time To Failure (MTTF), Mean Time To Repair (MTTR), dan maintenance cost. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari data unplanned downtime, jumlah kegagalan, total operating hours, MTTF, MTTR, dan maintenance cost. Data kualitatif diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan diskusi dengan tim maintenance. Metode analisis yang digunakan meliputi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), perhitungan Risk Priority Number (RPN), fishbone diagram, Information Worksheet, dan RCM II Decision Worksheet. Hasil FMEA menunjukkan bahwa Front Wheel Hub memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 648 dan masuk kategori Major Risk. Akar masalah utama yang ditemukan meliputi belum optimalnya maintenance berkala, pemanfaatan service manual belum maksimal, keterbatasan special tools dan stock part, kebutuhan training mekanik, serta penggunaan grease yang belum sesuai standar Sany. Hasil penerapan RCM menghasilkan strategi preventive maintenance terjadwal dengan on-condition task sebagai tindakan utama. Penerapan RCM juga menghasilkan interval awal preventive maintenance untuk Front Wheel Hub yaitu sekitar 2.750 HM berdasarkan hasil sampling salah satu unit. Setelah penerapan RCM nilai MTTF meningkat dari 2.259,0 HM menjadi 3.263,4 HM, sedangkan nilai MTTR menurun dari 36,1 jam menjadi 8,5 jam. Biaya langsung maintenance Front Wheel Hub menurun dari Rp124.441.157,27 menjadi Rp11.294.075,56. Berdasarkan hasil tersebut penerapan RCM menunjukkan indikasi dapat mengubah pola perawatan Front Wheel Hub dari corrective maintenance yang bersifat reaktif menjadi preventive maintenance yang lebih terencana, sistematis, dan efisien. Hasil penerapan ini masih perlu dievaluasi secara berkelanjutan pada lebih banyak unit dan periode operasi yang lebih panjang agar efektivitas interval perawatan terhadap kondisi fleet dapat dipastikan secara lebih representatif.

Kata kunci: Reliability Centered Maintenance, Front Wheel Hub, FMEA, RPN, MTTF, MTTR, Maintenance Cost.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (Lainnya)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 622 Teknik tambang dan teknik pertambangan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 629 Cabang teknik lainnya
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat D4
User ID Pengunggah: Muhammad Yardan Paressa
Date Deposited: 09 Sep 2026 01:44
Last Modified: 09 Sep 2026 01:44
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/43185

Actions (login required)

View Item
View Item