ANALISIS KERUSAKAN BEARING ROLLER BELT CONVEYOR DI PLANT 14 PT.XYZ

2302311087, Ridwan Syahputra Ritonga (2026) ANALISIS KERUSAKAN BEARING ROLLER BELT CONVEYOR DI PLANT 14 PT.XYZ. Lainnya thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of judul,daftar isi,daftar gambar,lampiran,BAB I & BAB 5] Text (judul,daftar isi,daftar gambar,lampiran,BAB I & BAB 5)
BAB1,BAB5..pdf

Download (1MB)
[thumbnail of isi bab 2 - bab 4] Text (isi bab 2 - bab 4)
BAB 2- BAB 4.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (1MB)
[thumbnail of manuskrip] Text (manuskrip)
PAPER SEMNAS RIDWAN SYAHPUTRA.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori

Download (565kB)

Abstrak

Belt conveyor merupakan salah satu peralatan utama yang digunakan dalam proses transportasi material di industri semen. Salah satu komponen penting pada belt conveyor adalah bearing yang berfungsi menopang putaran roller selama proses operasi. Kerusakan bearing dapat menyebabkan terganggunya proses produksi akibat meningkatnya gesekan dan berhentinya putaran roller. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan bearing pada center roller belt conveyor N3011BC01, menganalisis akar penyebab kerusakan menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA), serta mengevaluasi umur teoritis bearing menggunakan metode Basic Rating Life (L10) sebagai analisis pendukung. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, data Preventive Maintenance (PM), dan hasil inspeksi Shock Pulse Method (SPM). Analisis akar penyebab dilakukan menggunakan diagram fishbone dan metode 5 Why, sedangkan umur teoritis bearing dihitung menggunakan metode L10 berdasarkan standar ISO 281. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan bearing dipengaruhi oleh faktor mesin, metode pemeliharaan, material, manusia, dan lingkungan. Berdasarkan analisis RCA, akar penyebab utama kerusakan adalah menurunnya efektivitas sistem sealing sehingga menyebabkan kontaminasi debu dan kelembapan pada grease yang mempercepat keausan bearing. Perhitungan metode L10 menghasilkan umur teoritis bearing sebesar 95.669 jam, sedangkan umur aktual bearing di lapangan sekitar 3 tahun. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kondisi operasional dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap percepatan kerusakan bearing. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan efektivitas program preventive maintenance sehingga keandalan belt conveyor dapat dipertahankan dan risiko kerusakan bearing dapat diminimalkan.
Kata kunci: Belt conveyor, bearing, Root Cause Analysis, L10, preventive maintenance.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (Lainnya)
Subjek: 500 – Ilmu Pengetahuan > 510 Matematika > 515 Analisis
500 – Ilmu Pengetahuan > 510 Matematika > 518 Analisis numerik, analisa numerik
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Teknik Mesin D3
User ID Pengunggah: Ridwan Syahputra Ritonga
Date Deposited: 06 Aug 2026 06:58
Last Modified: 06 Aug 2026 06:58
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/43162

Actions (login required)

View Item
View Item