Studi Eksperimental Efektivitas Magnetic Fuel Treatment dalam Memulihkan Performa dan Kesempurnaan Pembakaran Generator Diesel Berbahan Bakar Biodiesel B15–B45

2202431049, Fardan Basyara Indra (2026) Studi Eksperimental Efektivitas Magnetic Fuel Treatment dalam Memulihkan Performa dan Kesempurnaan Pembakaran Generator Diesel Berbahan Bakar Biodiesel B15–B45. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of BAB 1 Dan BAB 5] Text (BAB 1 Dan BAB 5)
BAB 1- BAB 5.pdf

Download (6MB)
[thumbnail of BAB 2 - BAB 4.pdf] Text
BAB 2 - BAB 4.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (7MB)
[thumbnail of Manuskrip] Text (Manuskrip)
Jurnal Semnas_Fardan Basyara Indra_EN-8A_NIM 2202431049.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori

Download (884kB)

Abstrak

Peningkatan konsentrasi campuran biodiesel (B15–B45) pada generator diesel meningkatkan viskositas dan kerapatan molekul bahan bakar sehingga memicu ignition delay yang menurunkan torsi, putaran mesin (RPM), stabilitas frekuensi listrik, efisiensi termal, serta memperburuk emisi gas buang saat mesin menahan pembebanan ganda (mekanik dan listrik 1.000 Watt). Penelitian terdahulu belum secara utuh memetakan tingkat pemulihan performa mesin di bawah kondisi pembebanan tersebut, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui profil penurunan performa akibat peningkatan konsentrasi biodiesel serta menentukan efektivitas Magnetic Fuel Treatment (MFT) berbasis prinsip Gaya Lorentz dalam memulihkannya secara non-invasive. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental murni dengan desain faktorial 5×3, yaitu lima variasi bahan bakar (B0, B15, B25, B35, B45) dikombinasikan dengan tiga kondisi magnetisasi (tanpa magnetisasi, 17.944 lilitan, dan 26.444 lilitan), diuji pada beban ganda konstan menggunakan Prony Brake dan beban listrik resistif 1.000 Watt, dengan parameter torsi, RPM, frekuensi, daya listrik, efisiensi termal (BTE), dan emisi gas buang (HC, CO, CO₂, opasitas) dianalisis secara deskriptif-komparatif dan stoikiometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada B45 tanpa magnetisasi, RPM turun dari 3.010,2 menjadi 2.923,6, frekuensi listrik anjlok ke 48,73 Hz (di bawah ambang aman 49,0 Hz), daya listrik merosot ke 920 Watt, dan BTE turun menjadi 1,56%, disertai memburuknya emisi HC, CO, dan opasitas asap. Setelah penerapan MFT 26.444 lilitan, performa pulih signifikan: RPM naik +2,20% menjadi 2.988,0, frekuensi stabil kembali di 49,80 Hz, daya listrik naik +10,7%, dan BTE melonjak +40,5% menjadi 2,19%, disertai penurunan emisi HC 68,9%, CO 75,0%, dan opasitas 73,3%, dengan konfigurasi 26.444 lilitan terbukti lebih efektif memulihkan

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 621 Fisika terapan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 660 Teknik kimia > 660 Teknik kimia
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Teknologi Rekayasa Konversi Energi D4
User ID Pengunggah: Fardan Basyara Indra
Date Deposited: 03 Aug 2026 09:32
Last Modified: 03 Aug 2026 09:32
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/42963

Actions (login required)

View Item
View Item