2302311072, TEGUH FITRIYANTO (2026) IDENTIFIKASI AKAR PENYEBAB DAN PENGENDALIAN DEFECT SHORT MOLD PADA PROSES INJECTION MOLDING PRODUK CASE G6RL MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA). Lainnya thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
BAB 1&5_LAPORAN TUGAS AKHIR_TEGUH FITRIYANTO_2302311072.pdf
Download (2MB)
BAB 2,3,4_LAPORAN TUGAS AKHIR_TEGUH FITRIYANTO_2302311072.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (1MB)
Seminar Nasional_Teguh Fitriyanto_2302311072.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori
Download (924kB)
Abstrak
Dalam dunia industri manufaktur khususnya yang bergerak pada komponen elektrikal dituntut
untuk menghasilkan produk secara cepat dan memiliki tingkat kualitas yang baik. Proses
Injection molding cukup sering digunakan dalam industri karena kemampuannya
menghasilkan produk secara massal dalam waktu singkat. Namun pada dasarnya proses ini
tidak luput dari berbagai jenis kegagalan suatu produk. Salah satunya adalah defect short mold.
Short mold merupakan jenis kegagalan dimana suatu produk tidak tercetak secara sempurna
sehingga menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan.
Pada PT XYZ memiliki deviasi kualitas kritis berupa cacat short mold dengan kontribusi
mencapai 84,74% dari total cacat pabrik pada periode Januari–Februari 2026. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan menentukan upaya perbaikan yang tepat.
Metode yang digunakan adalah Root Cause Analysis (RCA) dengan alat bantu Diagram
Fishbone serta melakukan pendekatan kualitatif melalui wawancara terstruktur bersama
Leader QC, Operator produksi, dan Maintenance. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa
faktor cavity mold menjadi akar penyebab utama (root cause) karena memiliki keterbatasan
fasilitas pada meja maintenance lama. Sebagai tindakan korektif maka dirancanglah Mold
Cleaning Stand menggunakan material baja karbon rendah AISI 1020 yang dilengkapi dengan
dudukan mold agar proses pembersihan lebih optimal. Validasi desain menggunakan
perhitungan teoretis dan simulasi numerik FEA (Finite Element Analysis) menunjukkan
tegangan von Mises maksimum sebesar 110,87 MPa (di bawah yield strength material 351,57
MPa) dengan Factor of Safety minimum bernilai 3,2. Dengan demikian, usulan rancangan alat
penunjang maintenance ini dinyatakan aman dan layak diimplementasikan untuk menekan laju
cacat produksi.
Kata-kata kunci: Injection Molding, Short Mold, Root Cause Analysis, Diagram Fishbone, Mold
Cleaning Stand
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (Lainnya) |
|---|---|
| Subjek: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 600 Teknologi 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 606 Organisasi di bidang teknologi dan ilmu terapan 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 621 Fisika terapan 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 680 Manufaktur untuk penggunaan khusus > 680 Produksi untuk keperluan khusus |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Teknik Mesin D3 |
| User ID Pengunggah: | Teguh Fitriyanto |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 03:42 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 03:42 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/42835 |

