2302311085, Roqib Alfiansyah (2026) REVERSE ENGINEERING ALAT UJI GETARAN MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT ANALYSIS DAN SISTEM PENGUKURAN FREKUENSI. D3 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
BAB 1 & BAB 5(lampiran).pdf
Download (2MB)
BAB 2-4(Pembahasan).pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (2MB)
Semnas-Roqib Alfiansyah.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori
Download (601kB)
Abstrak
Alat uji getaran (seismic test) merupakan alat yang digunakan untuk mengevaluasi
ketahanan dan keandalan suatu komponen atau produk terhadap kondisi operasional
tertentu. Alat ini bekerja dengan Gerakan periodik untuk mensimulasikan beban dinamis
berupa getaran. Hasil observasi di PT Pancaran Teknologi Investindo menunjukkan bahwa
alat uji getaran yang digunakan belum memiliki dokumentasi teknis yang lengkap, dan
tidak adanya sistem monitoring frekuensi getaran secara langsung. Maka dari itu dilakukan
perancangan ulang alat uji getaran dengan menggunakan metode reverse engineering untuk
menghasilkan dokumen teknis alat serta mengetahui kekuatan struktur dari alat. Analisis
kekuatan struktur dilakukan dengan menggunakan finite element analysis (FEA) untuk
mengetahui nilai Tegangan von Mises, regangan (strain), perpindahan (displacement),
faktor keamanan (FOS) dan Modal analisis dari alat. Selanjutnya dilakukan perancangan
sistem pengukuran frekuensi yang berbasis sensor proximity switch untuk monitoring
frekuensi kerja alat alat.
Hasil analisis dari penelitian ini didapatkan statis base penggerak atas dengan nilai
tegangan maksimum sebesar 43,41 MPa, deformasi maksimum 0,176 mm, regangan
sebesar 3,9×10⁻⁴, dan faktor keamanan 5,6. Untuk connecting rods diperoleh tegangan
maksimum sebesar 188,93 MPa, deformasi maksimum 0,210 mm, regangan 0,002, dan fos
1,3. Analisis centrifugal load pada komponen eksentrik menghasilkan tegangan maksimum
sebesar 30,50 MPa, deformasi maksimum 0,035 mm, serta fos sebesar 8. Seluruh hasil nilai
analisis masih berada di bawah tegangan luluh material SS400 yaitu 245 MPa sehingga
struktur rangka dinyatakan aman. Selanjutnya untuk hasil modal analysis frekuensi natural
mode utama base penggerak atas sebesar 77,40 Hz dan connecting rods sebesar 97,82 Hz.
Berdasarkan separation margin yang telah ditetapkan, diperoleh rentang frekuensi kerja
yang aman sehingga berkurangnya risiko resonansi komponen. Selain itu, sistem
monitoring frekuensi berbasis proximity switch sensor telah berhasil dirancang, dibuktikan
melalui 3 hasil pengujian, dengan akumulasi dari nilai frekuensi ke kecepatan putar, yaitu
kecepatan 1 hingga 3 di 630Rpm – 687Rpm, sensor ini dapat memantau frekuensi secara
real-time sesuai kebutuhan pengujian
Kata kunci: alat uji getaran, reverse engineering, FEA, modal analysis, frekuensi natural, monitoring
frekuensi.
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D3) |
|---|---|
| Subjek: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik > 672 Besi, baja, produk paduan besi lainnya 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 680 Manufaktur untuk penggunaan khusus > 680 Produksi untuk keperluan khusus |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Teknik Mesin D3 |
| User ID Pengunggah: | Mahasiswa Roqib Alfiansyah |
| Date Deposited: | 01 Aug 2026 03:05 |
| Last Modified: | 01 Aug 2026 03:05 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/42040 |

