2202411018, Bintang Suryadi (2026) ANALISIS RISIKO KOROSI PADA PIPA PENYALUR PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS) DI FASILITAS PRODUKSI HULU MINYAK DAN GAS PT PERTAMINA EP REGIONAL 2 ZONA 5. D4 thesis, POLITEKNIK NEGERI JAKARTA.
BAB l & V.pdf
Download (1MB)
BAB ll,lll & lV.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (2MB)
SEMINAR NASIONAL.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori
Download (544kB)
Abstrak
Kebocoran pipa penyalur produksi merupakan salah satu permasalahan yang dapat menurunkan keandalan operasi, mengganggu kontinuitas produksi, meningkatkan biaya perbaikan, serta menimbulkan risiko terhadap keselamatan kerja dan lingkungan. PT Pertamina EP Regional 2 Zona 5 melalui Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memiliki sistem perpipaan produksi yang telah beroperasi dalam jangka waktu yang panjang sehingga berpotensi mengalami degradasi material dan kegagalan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akar penyebab utama kebocoran pipa penyalur produksi, menentukan tingkat risiko penyebab kebocoran, serta menyusun tindakan perbaikan teknis untuk meminimalkan risiko kebocoran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), 5 Why, dan Bow Tie Analysis. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan menentukan tingkat risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), metode 5 Why digunakan untuk menelusuri akar penyebab kegagalan secara sistematis, sedangkan Bow Tie Analysis digunakan untuk menyusun strategi pengendalian risiko melalui preventive barrier dan mitigative barrier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik inspeksi W20 yang berada pada area downstream Level Control Valve (LCV) memiliki tingkat risiko tertinggi dengan nilai RPN sebesar 336. Analisis 5 Why menunjukkan bahwa akar penyebab utama kebocoran pipa adalah Flow Induced Corrosion yang dipengaruhi oleh turbulensi aliran, kandungan CO₂ sebesar 6%, serta degradasi internal coating yang menyebabkan terjadinya penipisan dinding pipa (wall thinning). Hasil Bow Tie Analysis menunjukkan bahwa pengendalian risiko kebocoran dapat dilakukan melalui penerapan preventive barrier dan mitigative barrier yang berfokus pada pengendalian korosi dan mitigasi dampak kebocoran. Berdasarkan hasil analisis, rekomendasi teknis yang diusulkan meliputi pemasangan composite wrapping sebagai perbaikan jangka pendek, new spool replacement sebagai perbaikan jangka menengah, serta peningkatan kualitas material dan internal coating sebagai perbaikan jangka panjang untuk mengurangi risiko kebocoran dan meningkatkan keandalan sistem perpipaan di PHE ONWJ.
Kata Kunci: Kebocoran Pipa, FMEA, 5 Why, Bow Tie Analysis, Flow Induced Corrosion.
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4) |
|---|---|
| Subjek: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 629 Cabang teknik lainnya |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Manufaktur D4 |
| User ID Pengunggah: | BINTANG SURYADI |
| Date Deposited: | 01 Aug 2026 02:59 |
| Last Modified: | 01 Aug 2026 02:59 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/42011 |

