ANALISIS PENERAPAN METODE SIX SIGMA DALAM PENGENDALIAN MUTU PEKERJAAN ARSITEKTUR (STUDI KASUS: PROYEK APARTEMEN X)

2201421025, Fazri Rabanne Sabir (2026) ANALISIS PENERAPAN METODE SIX SIGMA DALAM PENGENDALIAN MUTU PEKERJAAN ARSITEKTUR (STUDI KASUS: PROYEK APARTEMEN X). D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Bab I dan Bab V] Text (Judul, Bab I dan Bab V)
Judul, Bab I dan Bab V_Fazri Rabanne Sabir.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran] Text (Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran)
Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran_Fazri Rabanne Sabir.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (13MB)

Abstrak

Pekerjaan arsitektur berpengaruh terhadap mutu akhir bangunan sehingga diperlukan pengendalian mutu untuk meminimalkan kecacatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kecacatan berdasarkan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) dan level sigma, mengidentifikasi faktor penyebab cacat dominan, serta menganalisis penerapan metode Six Sigma pada pekerjaan arsitektur lantai 12–18 Proyek Apartemen X. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Pengolahan data dilakukan menggunakan Diagram Pareto, perhitungan DPMO, level sigma, Control Chart, Fishbone Diagram, dan FMEA. Hasil penelitian menunjukkan cacat dominan pekerjaan dinding adalah retak rambut sebesar 38,5%, lantai berupa keramik belum terpasang sebesar 42,9%, plafon berupa sambungan tidak rapi sebesar 50,5%, dan waterproofing berupa bocor sebesar 80,6%. Nilai DPMO dan level sigma masing-masing pekerjaan adalah dinding 14.809,27 dan 3,676; lantai 2.747,25 dan 4,307; plafon 17.094,01 dan 3,603; serta waterproofing 60.924,36 dan 3,048. Sehingga seluruh pekerjaan masih di bawah target ideal Six Sigma. Hasil FMEA menunjukkan prioritas utama penyebab cacat adalah campuran mortar tidak konsisten (RPN 384), keterlambatan pemasangan (RPN 224), pekerja kurang teliti saat finishing plafon (RPN 240), dan pelapisan waterproofing tidak merata (RPN 432). Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan dan pengendalian mutu sebagai upaya untuk meminimalkan kecacatan pada pekerjaan arsitektur.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 624 Teknik sipil
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Sipil > Konstruksi Gedung D4
User ID Pengunggah: Fazri Rabanne Sabir
Date Deposited: 30 Jul 2026 03:37
Last Modified: 30 Jul 2026 03:37
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/41981

Actions (login required)

View Item
View Item