Karakterisasi Pengeringan Lidah Buaya Menggunakan Dehumidified Air Drying dengan Temperatur Rendah dan Evaluasi Sistem

2202421025, Ryan Ramadhan (2026) Karakterisasi Pengeringan Lidah Buaya Menggunakan Dehumidified Air Drying dengan Temperatur Rendah dan Evaluasi Sistem. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Pendahuluan, dan Penutp] Text (Judul, Pendahuluan, dan Penutp)
BAB 1&5 Skripsi.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Isi Bab 2 sd Bab 4] Text (Isi Bab 2 sd Bab 4)
BAB 2 sd 4 Skripsi.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (2MB)
[thumbnail of Manuskrip] Text (Manuskrip)
Manuskrip.pdf

Download (577kB)

Abstrak

Lidah buaya (Aloe vera) merupakan bahan pangan dengan kadar air yang sangat tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan setelah panen. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mempertahankan kualitas produk adalah Dehumidified Air Drying (DAD), yaitu sistem pengeringan temperatur rendah dengan kelembapan udara rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengeringan lidah buaya, mengevaluasi kinerja sistem berdasarkan nilai Coefficient of Performance (COP) dan Specific Moisture Extraction Rate (SMER), menentukan kombinasi parameter operasi optimum menggunakan metode Taguchi, serta menganalisis kontribusi masing-masing faktor menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Penelitian dilakukan menggunakan rancangan Taguchi L9 dengan tiga faktor, yaitu massa bahan (30, 60, dan 90 g), jumlah tray (1, 2, dan 3 tray), serta kecepatan udara (2,30; 2,73; dan 4,13 m/s). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem DAD menghasilkan udara pengering dengan temperatur 41,6–45,7 °C dan kelembapan relatif 30,3–39,3%, nilai COP sebesar 5,32–5,70, serta SMER sebesar 0,027–0,069 kg/kWh. Hasil analisis Taguchi menunjukkan bahwa kombinasi optimum untuk waktu pengeringan minimum diperoleh pada massa bahan 30 gram, jumlah tray 3, dan kecepatan udara 4,13 m/s, sedangkan kombinasi optimum untuk laju pengeringan dan SMER tertinggi diperoleh pada massa bahan 90 gram, jumlah tray 3, dan kecepatan udara 4,13 m/s. Kombinasi optimum untuk COP tertinggi diperoleh pada massa bahan 30 gram, jumlah tray 3, dan kecepatan udara 2,73 m/s. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa massa bahan merupakan faktor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap seluruh respon yang diamati. Produk akhir hasil pengeringan memiliki warna hijau kecokelatan dengan tekstur kering dan rapuh. Secara keseluruhan, sistem dehumidified air drying efektif digunakan untuk pengeringan lidah buaya pada temperatur rendah dengan karakteristik pengeringan, efisiensi energi, dan kualitas produk yang baik.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 500 – Ilmu Pengetahuan > 580 Tanaman > 580 Tumbuh-tumbuhan, tanaman, botani, flora
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 600 Teknologi
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Pembangkit Tenaga Listrik D4
User ID Pengunggah: RYAN RAMADHAN
Date Deposited: 03 Aug 2026 07:46
Last Modified: 03 Aug 2026 07:46
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/41673

Actions (login required)

View Item
View Item