PERILAKU LENTUR KOMPONEN STRUKTUR BETON DENGAN TULANGAN LONGITUDINAL DAN TRANSVERSAL DARI GLASS FIBER REINFORCED POLYMER (GFRP)

2201421061, Sinergi Rizaldi (2026) PERILAKU LENTUR KOMPONEN STRUKTUR BETON DENGAN TULANGAN LONGITUDINAL DAN TRANSVERSAL DARI GLASS FIBER REINFORCED POLYMER (GFRP). D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Bab I dan Bab V] Text (Judul, Bab I dan Bab V)
Judul, Bab I dan Bab V_Sinergi Rizaldi.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran] Text (Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran)
Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran_Sinergi Rizaldi.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (7MB)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja lentur balok beton bertulang baja dan balok beton bertulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) dengan tulangan transversal spiral kontinu. Pengujian dilakukan terhadap lima spesimen balok berukuran 1000 mm × 180 mm × 280 mm yang terdiri atas dua balok bertulangan baja dan tiga balok bertulangan GFRP. Metode pengujian menggunakan skema pembebanan four-point loading untuk mengevaluasi pola retak, hubungan beban–regangan, hubungan beban–defleksi, daktilitas, serta kapasitas ultimit balok pada pengujian lentur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh spesimen mengalami keruntuhan yang didominasi oleh kegagalan geser (shear cracking), yang diawali oleh retak lentur pada daerah momen maksimum dan berkembang menjadi retak diagonal kritis pada zona geser hingga kondisi ultimit. Dominasi keruntuhan geser ini sejalan dengan rasio shear span terhadap tinggi balok (a/h) sebesar 0,893 yang mengategorikan spesimen sebagai balok tinggi (deep beam). Balok bertulangan baja memiliki rata-rata kapasitas momen ultimit sebesar 33,37 kNm, sedangkan balok bertulangan GFRP sebesar 30,09 kNm atau sekitar 90,17% dari kapasitas balok baja. Hal ini menunjukkan bahwa tulangan baja masih memberikan kapasitas ultimit yang lebih tinggi pada pengujian lentur. Dari aspek deformasi, balok GFRP mengalami lendutan yang lebih besar akibat modulus elastisitas yang lebih rendah dibandingkan baja. Evaluasi daktilitas menunjukkan bahwa balok bertulangan baja memiliki nilai daktilitas lebih tinggi, yaitu 3,36–3,90 dengan rata-rata 3,63, sedangkan balok bertulangan GFRP berada pada rentang 1,19–1,47 dengan rata-rata 1,35. Meskipun GFRP bersifat linear elastis hingga mendekati kondisi ultimit dan tidak memiliki titik leleh yang nyata, penggunaan sengkang spiral kontinu memberikan efek confinement pada inti beton sehingga perkembangan retak diagonal kritis dapat dikontrol dan respons pasca-puncak balok tetap berlangsung secara gradual. Dengan demikian, tulangan GFRP berpotensi menjadi alternatif tulangan baja pada struktur beton di lingkungan agresif yang rentan terhadap korosi, meskipun memiliki keterbatasan pada aspek kekakuan dan daktilitas.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 624 Teknik sipil
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Sipil > Konstruksi Gedung D4
User ID Pengunggah: D4 Sinergi Rizaldi
Date Deposited: 29 Jul 2026 13:51
Last Modified: 29 Jul 2026 13:51
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/41487

Actions (login required)

View Item
View Item