Pemanfaatan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai pengganti sebagian semen pada balok beton bertulang Self-Compacting Concrete (SCC) dengan serat polypropylene.

2201421021, AHMAD NUR JAMIL (2026) Pemanfaatan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai pengganti sebagian semen pada balok beton bertulang Self-Compacting Concrete (SCC) dengan serat polypropylene. D4 thesis, POLITEKNIK NEGRI JAKARTA.

[thumbnail of Judul, Bab I dan Bab V] Text (Judul, Bab I dan Bab V)
Judul, Bab I dan Bab V_Ahmad Nur Jamil.pdf

Download (757kB)
[thumbnail of Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran] Text (Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran)
Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran_Ahmad Nur Jamil.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (7MB)

Abstrak

Perkembangan teknologi konstruksi mendorong penggunaan beton yang memiliki kinerja tinggi dan ramah lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai substitusi sebagian semen pada Self-Compacting Concrete (SCC) serta penambahan serat polypropylene untuk mengendalikan retak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan serat polypropylene pada balok beton bertulang SCC dengan substitusi GGBFS terhadap kapasitas lentur, beban retak pertama, beban pada lebar retak 0,3 mm, hubungan beban-lendutan, dan pola retak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental melalui pengujian lentur pada enam balok beton bertulang yang dibagi menjadi dua variasi, yaitu SCC dengan substitusi GGBFS tanpa serat dan SCC dengan substitusi GGBFS serta penambahan serat polypropylene 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok tanpa serat memiliki beban maksimum rata-rata 65,52 kN, lebih besar 7,23% dibandingkan balok dengan serat sebesar 61,10 kN. Beban retak pertama pada balok tanpa serat sebesar 24,44 kN, lebih besar 35,09% dibandingkan balok dengan serat sebesar 18,09 kN. Beban saat lebar retak mencapai 0,3 mm relatif sama, yaitu 43,95 kN dan 43,96 kN. Hubungan beban-lendutan menunjukkan korelasi positif, sedangkan pola retak yang terjadi didominasi oleh kombinasi retak lentur dan lentur-geser hingga mencapai kondisi ultimit.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 624 Teknik sipil
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Sipil > Konstruksi Gedung D4
User ID Pengunggah: Ahmad Nur Jamil
Date Deposited: 29 Jul 2026 13:20
Last Modified: 29 Jul 2026 13:20
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/41444

Actions (login required)

View Item
View Item