PERBAIKAN PROSES PENGELASAN KOMPONEN FENDER LUBE TRUCK LT08 MENGGUNAKAN METODE PDCA DAN FMEA DI PT XYZ

2202411040, Al Maida Nurul Alaika (2026) PERBAIKAN PROSES PENGELASAN KOMPONEN FENDER LUBE TRUCK LT08 MENGGUNAKAN METODE PDCA DAN FMEA DI PT XYZ. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of BAB I & V_Al Maida Nurul Alaika] Text (BAB I & V_Al Maida Nurul Alaika)
BAB I & V_Al Maida Nurul Alaika.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB II, III, IV_Al Maida Nurul Alaika] Text (BAB II, III, IV_Al Maida Nurul Alaika)
BAB II, III, IV_Al Maida Nurul Alaika.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of Seminar Nasional_Al Maida Nurul Alaika] Text (Seminar Nasional_Al Maida Nurul Alaika)
Seminar Nasional_Al Maida Nurul Alaika.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori

Download (1MB) | Request a copy

Abstrak

PT XYZ menghadapi kendala kualitas pada proses perakitan unit Lube Truck LT08, dengan tingginya jumlah temuan cacat mencapai 295 dari total 10 unit produksi pada periode Januari hingga Desember 2025. Penelitian ini menggunakan siklus Plan, Do, Check, Act (PDCA) sebagai kerangka penyelesaian masalah dan analisis Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi risiko akar penyebab kegagalan. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan lapangan, wawancara, dan telaah dokumen final inspection sheet. Hasil analisis menunjukkan bahwa repair welding pada komponen fender merupakan kegagalan kualitas yang paling dominan, yang disebabkan oleh permukaan material terlapisi cat tebal (RPN 504), sikap pekerja yang kurang disiplin (RPN 448), dan ketiadaan instruksi kerja baku (RPN 392). Tindakan perbaikan yang diimplementasikan meliputi penerapan sistem masking tape, penyusunan Instruksi Kerja (IK), pemasangan poster panduan Visual Inspection, serta penggunaan check sheet tahapan proses. Hasil evaluasi setelah implementasi menunjukkan adanya penurunan probabilitas cacat fender dari 90% menjadi 40%, serta penurunan rata-rata rasio cacat keseluruhan (Defects per Unit / DPU) dari 29,5 menjadi 23,4 temuan per unit. Integrasi metode PDCA dan FMEA terbukti efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab kegagalan dan merancang standar perbaikan yang tepat, sehingga mampu menekan angka pengerjaan ulang (repair) dan menjaga konsistensi kualitas produk secara berkelanjutan.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 680 Manufaktur untuk penggunaan khusus > 680 Produksi untuk keperluan khusus
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Manufaktur D4
User ID Pengunggah: Al Maida Nurul Alaika
Date Deposited: 30 Jul 2026 08:01
Last Modified: 30 Jul 2026 08:01
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/41263

Actions (login required)

View Item
View Item