ANALISIS NUMERIK PERILAKU LENTUR PELAT TULANGAN RANGKAP GFRP DIBANDINGKAN DENGAN PELAT TULANGAN RANGKAP BAJA

2201411023, Raihan Abyan Hermawan (2026) ANALISIS NUMERIK PERILAKU LENTUR PELAT TULANGAN RANGKAP GFRP DIBANDINGKAN DENGAN PELAT TULANGAN RANGKAP BAJA. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Bab I dan Bab V] Text (Judul, Bab I dan Bab V)
SM_RAIHAN ABYAN HERMAWAN_2201411023_Judul, Bab I dan Bab V.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran] Text (Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran)
SM_RAIHAN ABYAN HERMAWAN_2201411023_Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran 1.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (8MB)

Abstrak

Pelat lantai jembatan memerlukan material dengan durabilitas tinggi. Glass Fiber
Reinforced Polymer (GFRP) dikembangkan sebagai alternatif tulangan baja karena
tahan terhadap korosi, namun memiliki kekakuan yang lebih rendah akibat rendahnya
modulus elastisitas. Penelitian ini bertujuan membandingkan perilaku lentur dan
daktilitas pelat rangkap GFRP dan baja, serta mengevaluasi pengaruh reduksi selimut
beton terhadap momen nominal pelat rangkap GFRP. Penelitian menggunakan metode
Finite Element Method (FEM) dengan model Concrete Damaged Plasticity (CDP),
meliputi validasi, komparasi pelat rangkap, dan studi parametrik selimut beton 20, 15,
dan 10 mm. Defleksi leleh GFRP ditentukan dari titik leleh ekuivalen berdasarkan
perubahan kemiringan kurva beban-regangan menjelang ultimit.
Hasil validasi menunjukkan galat beban ultimit <10%. Pelat rangkap baja memiliki
daktilitas 3,62 (lentur murni), sedangkan pelat rangkap GFRP memiliki daktilitas 1,15
(lentur-geser), namun menghasilkan kapasitas ultimit lebih tinggi (81,70 kN;12,26
kNm) dibandingkan pelat rangkap baja (74,09 kN;11,11 kNm). Kontribusi tulangan
tekan GFRP terhadap kapasitas lentur terbatas. Reduksi selimut beton menjadi 15 mm
menghasilkan konfigurasi optimum dengan kapasitas ultimit (87,42 kN;13,11 kNm),
sedangkan reduksi menjadi 10 mm menurunkan kapasitas ultimit menjadi (72,24
kN;10,84 kNm) akibat distribusi tegangan tekan yang kurang optimal serta meluasnya
kerusakan tarik mendekati zona tekan. Peningkatan tinggi efektif penampang tidak
selalu diikuti peningkatan kapasitas lentur aktual.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 624 Teknik sipil
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Sipil > Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan D4
User ID Pengunggah: Raihan Abyan Hermawan
Date Deposited: 28 Jul 2026 04:25
Last Modified: 28 Jul 2026 04:25
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/40208

Actions (login required)

View Item
View Item