PENGARUH KEMIRINGAN KOLOM PADA FASAD TERHADAP KINERJA DAN POLA KERUNTUHAN STRUKTUR BANGUNAN TAHAN GEMPA

2201421048, Muhammad Abdul Rizal (2026) PENGARUH KEMIRINGAN KOLOM PADA FASAD TERHADAP KINERJA DAN POLA KERUNTUHAN STRUKTUR BANGUNAN TAHAN GEMPA. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Bab I dan Bab V] Text (Judul, Bab I dan Bab V)
1. Kelengkapan Awal, BAB I dan BAB V, Daftar Pustaka - Muhammad Abdul Rizal.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran] Text (Abstrak, Bab II - Bab IV, Lampiran)
2. Abstrak, BAB II s.d. BAB IV, Lampiran - Muhammad Abdul Rizal.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (31MB) | Request a copy

Abstrak

Penggunaan kolom miring pada fasad bangunan dapat memenuhi kebutuhan arsitektural, tetapi perubahan geometri tersebut perlu dievaluasi karena memengaruhi distribusi gaya dalam, kebutuhan detailing, dan kinerja nonlinear struktur terhadap gempa. Penelitian ini mengevaluasi empat model struktur beton bertulang 17 lantai dengan tinggi total 72 m, yaitu Model 1 dengan kolom fasad vertikal (0°), Model 2 dengan kemiringan 10°, Model 3 dengan kemiringan 20°, dan Model 4 dengan kemiringan 30°. Analisis dilakukan menggunakan ETABS melalui respons spektrum, pemeriksaan detailing kolom dan Strong Column Weak Beam (SCWB), analisis pushover, serta analisis statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa perioda komputer Tc menurun dari 2,935 detik pada Model 1 menjadi 2,799 detik pada Model 4, sedangkan perioda yang digunakan untuk perhitungan gaya geser dasar dibatasi sebesar 1,689 detik. Gaya geser dasar hasil scaling pada arah X dan Y relatif tetap dengan kenaikan masing-masing 0,072% dan 0,075% dari Model 1 ke Model 4. Displacement atap respons spektrum arah X menurun 0,388%, sedangkan arah Y menurun 9,172%. Drift maksimum respons spektrum arah X meningkat 0,503%, sedangkan arah Y menurun 9,160%. Seluruh model memenuhi batas simpangan izin dan tidak menunjukkan soft story. Pada detailing kolom, seluruh tipe menggunakan tulangan utama D32 dan status SCWB tetap OK. Pada kolom miring, perkuatan lokal kaki dan kepala kolom dihitung dari gaya ujung I-End dan J-End hasil ETABS serta panjang zona ujung l₀; kebutuhan sengkang D13-100 untuk empat kolom meningkat dari 120 buah pada Model 2 menjadi 136 buah pada Model 4. Analisis pushover menunjukkan seluruh performance point ditemukan dengan level kinerja Immediate Occupancy; drift performance point terbesar sebesar 0,887% terjadi pada Model 1 arah PUSH Y, sedangkan Model 4 arah PUSH Y turun menjadi 0,700%. Mekanisme sendi plastis umumnya diawali oleh balok, namun Model 4 arah PUSH Y menunjukkan sendi pertama pada kolom sehingga perlu perhatian desain. Hasil statistik tidak signifikan pada taraf 5%, sehingga interpretasi utama didasarkan pada tren respons struktur dan signifikansi teknik.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 624 Teknik sipil
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Sipil > Konstruksi Gedung D4
User ID Pengunggah: Muhammad Abdul Rizal
Date Deposited: 29 Jul 2026 12:32
Last Modified: 29 Jul 2026 12:32
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/39280

Actions (login required)

View Item
View Item