2202414005, Nashwa Bayu Tsabitha (2026) ANALISIS KINERJA TURBIN AIR SAVONIUS DENGAN VARIASI JUMLAH BILAH MENGGUNAKAN SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) PADA ALIRAN SUNGAI BANGER, KOTA PEKALONGAN. Lainnya thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
JudulPendahuluanDanPenutup.pdf
Download (910kB)
IsiBab2-4.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (1MB)
Manuskrip.pdf
Restricted to Hanya Staff Repositori
Download (633kB)
Abstrak
Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan sebagai alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu potensi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan adalah energi kinetik aliran sungai melalui teknologi turbin hidrokinetik. Sungai Banger di Kota Pekalongan memiliki potensi aliran air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik skala kecil. Turbin Savonius dipilih dalam penelitian ini karena memiliki konstruksi sederhana, kemampuan self-starting yang baik, serta mampu beroperasi pada kecepatan aliran rendah yang sesuai dengan karakteristik aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah sudu terhadap performa turbin hidrokinetik Savonius menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Variasi jumlah sudu yang dianalisis terdiri dari 2 sudu, 4 sudu, dan 6 sudu. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ANSYS Fluent dengan model turbulensi k-ω SST untuk mengevaluasi karakteristik aliran fluida, distribusi tekanan, pola kecepatan, pembentukan wake flow, interaksi vortex, serta pengaruhnya terhadap torsi, dan Tip Speed Ratio (TSR) turbin. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan hubungan antara jumlah sudu dengan performa turbin Savonius pada kondisi aliran Sungai Banger. Penambahan jumlah sudu diperkirakan mampu meningkatkan kontinuitas torsi yang dihasilkan, namun juga berpotensi meningkatkan blockage effect, wake region, dan negative torque pada returning blade. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menentukan konfigurasi jumlah sudu yang paling optimal untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi kinetik aliran sungai sebagai sumber energi terbarukan.

