2206311011, Rizki Ramadhan (2026) Pemanfaatan Limbah Kulit Ari (Testa) Kelapa Sebagai Bahan Campuran Kertas Daur Ulang Berbasis Limbah HVS Untuk Produk Hang Tag. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
(Halaman Identitas_BAB I_BAB V) SKRIPSI Rizki Ramadhan.pdf
Download (4MB)
(BAB II - IV) SKRIPSI Rizki Ramadhan-26-116.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (2MB) | Request a copy
(MANUSKRIP JURNAL JREC) Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Komposisi Serat Terhadap Sifat Fisik Kertas Daur Ulang Kulit Ari Kelapa_Rizki Ramadhan.pdf
Download (248kB)
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan kertas dan meningkatnya kebutuhan pemanfaatan limbah berserat sebagai bahan alternatif dalam pembuatan kertas daur ulang. Kulit ari kelapa tua merupakan limbah hasil pengolahan kelapa yang masih kurang dimanfaatkan, padahal memiliki kandungan serat kasar yang berpotensi digunakan sebagai bahan campuran kertas berbasis limbah HVS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi kulit ari kelapa tua dan konsentrasi NaOH terhadap karakteristik fisik serta mekanik kertas daur ulang, sekaligus menentukan variasi terbaik untuk diaplikasikan sebagai produk hang tag. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap faktorial dua faktor, yaitu komposisi kulit ari kelapa 15%, 20%, dan 25%, serta konsentrasi NaOH 5%, 10%, dan 15%. Pengujian dilakukan terhadap gramatur, ketebalan, kuat tarik, dan daya serap air, kemudian dianalisis menggunakan Two Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan nilai gramatur berada pada rentang 77,326–89,271 g/m², ketebalan 0,815–1,002 mm, kuat tarik 9,205–12,421 N/m, dan daya serap air 2,803–4,225 detik. Variasi terbaik diperoleh pada sampel K15G, yaitu 15% kulit ari kelapa, 85% HVS, dan NaOH 15%, karena memiliki karakteristik paling seimbang. Dengan demikian, kertas daur ulang tersebut berpotensi diterapkan sebagai bahan produk hang tag yang sederhana dan ramah lingkungan, serta mendukung pengurangan limbah kertas dan limbah pertanian secara lokal.

