KINERJA LENTUR DAN POLA RETAK PELAT BETON BERTULANG SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) DENGAN PENAMBAHAN STEEL FIBER DAN SUBSTITUSI SEMEN MENGGUNAKAN GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG (GGBFS)

2201421022, Abyan Dzaki (2026) KINERJA LENTUR DAN POLA RETAK PELAT BETON BERTULANG SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) DENGAN PENAMBAHAN STEEL FIBER DAN SUBSTITUSI SEMEN MENGGUNAKAN GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG (GGBFS). D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Judul, Bab I dan Bab V] Text (Judul, Bab I dan Bab V)
Judul, Bab I dan Bab V_Abyan Dzaki.pdf

Download (790kB)
[thumbnail of Abstrak, Bab II-Bab IV, Lampiran] Text (Abstrak, Bab II-Bab IV, Lampiran)
Abstrak, Bab II-Bab IV, Lampiran_Abyan Dzaki.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (4MB)

Abstrak

Beton bertulang merupakan material konstruksi yang banyak digunakan pada struktur bangunan, namun memiliki kelemahan berupa kuat tarik yang rendah sehingga rentan mengalami retak akibat pembebanan lentur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan steel fiber terhadap kinerja lentur dan pola retak pelat beton bertulang Self Compacting Concrete (SCC) dengan substitusi Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebesar 50% terhadap berat semen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan dua variasi benda uji, yaitu pelat beton bertulang SCC dengan substitusi GGBFS 50% tanpa steel fiber dan pelat beton bertulang SCC dengan substitusi GGBFS 50% serta penambahan steel fiber sebesar 1%. Masing-masing variasi dibuat sebanyak tiga benda uji pelat berukuran 1000 mm × 300 mm × 100 mm dan diuji pada umur 28 hari. Pengujian meliputi beton segar, kuat tekan, pengujian lentur, hubungan beban-lendutan, serta pengamatan pola retak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan steel fiber meningkatkan kuat tekan beton dari 33,27 MPa menjadi 42 MPa serta meningkatkan kapasitas beban maksimum pelat dari 45,33 kN menjadi 56,60 kN. Selain itu, penambahan steel fiber menghasilkan nilai kekakuan dan daktilitas yang lebih tinggi, meningkatkan beban retak pertama, serta menghasilkan pola retak yang lebih terkendali melalui mekanisme crack bridging. Dengan demikian, penggunaan steel fiber pada beton SCC dengan substitusi GGBFS terbukti mampu meningkatkan kinerja lentur dan ketahanan retak pelat beton bertulang.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 624 Teknik sipil
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Sipil > Konstruksi Gedung D4
User ID Pengunggah: Abyan Dzaki
Date Deposited: 23 Jul 2026 02:39
Last Modified: 23 Jul 2026 02:39
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/38626

Actions (login required)

View Item
View Item