ANALISIS PENGENDALIAN MUTU KEMASAN PRODUK B DALAM UPAYA MEMINIMALISIR TINGKAT DEFECT PADA PROSES PRODUKSI DI PT. CBS

2206411010, Galih Tri Nugroho (2026) ANALISIS PENGENDALIAN MUTU KEMASAN PRODUK B DALAM UPAYA MEMINIMALISIR TINGKAT DEFECT PADA PROSES PRODUKSI DI PT. CBS. Lainnya thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of BAB 2 s/d BAB 4 Isi Skripsi] Text (BAB 2 s/d BAB 4 Isi Skripsi)
Galih Tri Nugroho_Isi (Bab II-Bab IV).pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (2MB)
[thumbnail of Halaman Identitas Skripsi] Text (Halaman Identitas Skripsi)
Galih Tri Nugroho_Halaman Identitas Skripsi.pdf

Download (2MB)

Abstrak

Persaingan yang semakin ketat dalam industri kemasan mendorong perusahaan untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas. PT. CBS sebagai perusahaan yang bergerak di bidang percetakan offset dan kemasan masih menghadapi permasalahan kualitas pada produksi kemasan primer produk B. Berdasarkan data produksi periode Mei–Desember 2025, dari total produksi sebanyak 780.000 pcs ditemukan 31.426 pcs produk cacat atau sebesar 4,03%, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 3%. Jenis cacat yang ditemukan meliputi set-off, scratch/baret, mata ayam, warna tidak sesuai, ketidaktepatan register, dan kotor tinta. Upaya mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta merancang Early Warning System (EWS) Dashboard sebagai media pemantauan kualitas proses produksi. Hasil analisis peta kendali u menunjukkan bahwa proses produksi belum terkendali secara statistik, yang ditunjukkan oleh 35 titik berada di luar batas kendali. Setelah dilakukan revisi peta kendali, proses produksi berada dalam kondisi terkendali. Namun, hasil nilai kapabilitas proses menunjukkan nilai Cp sebesar 0,57 dan Cpk sebesar 0,56, yang mengindikasikan bahwa kemampuan proses belum memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Analisis pareto menunjukkan empat jenis cacat dominan, yaitu set-off (28,3%), scratch/baret (24,0%), mata ayam (17,9%), dan warna tidak sesuai (16,0%) dengan persentase kumulatif sebesar 86,2%. Selanjutnya, metode FMEA digunakan untuk menentukan prioritas penyebab kegagalan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Nilai RPN tertinggi ditemukan pada operator kurang teliti dalam inspeksi warna (336), penyetelan breaksheet kurang optimal (294), SOP pembersihan mesin kurang dijalankan (288), dan powder anti set-off tidak optimal (180). Berdasarkan hasil tersebut, diusulkan perawatan mesin secara berkala, pembuatan dan penerapan checklist pemeriksaan, penjadwalan pembersihan mesin, dan pelatihan operator. Selain itu, perancangan dashboard EWS diharapkan membantu supervisor produksi dalam memantau proses produksi untuk perbaikan dini.
Kata kunci: kecacatan, SPC, FMEA, pengendalian mutu, kemasan, dashboard early warning system

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (Lainnya)
Subjek: 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan
500 – Ilmu Pengetahuan > 510 Matematika > 515 Analisis
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Grafika dan Penerbitan > Teknologi Industri Cetak Kemasan D4
User ID Pengunggah: Galih Tri Nugroho
Date Deposited: 16 Jul 2026 04:43
Last Modified: 16 Jul 2026 04:43
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/38528

Actions (login required)

View Item
View Item