ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN CETAK OFFSET MOV MENGGUNAKAN METODE OEE DAN FMEA DI PT X

2206411036, Saniyatul A'dawiyah (2026) ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN CETAK OFFSET MOV MENGGUNAKAN METODE OEE DAN FMEA DI PT X. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Halaman Identitas Dokumen Skripsi] Text (Halaman Identitas Dokumen Skripsi)
Laporan TA_Saniyatul A'dawiyah_BAB1&5.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 2 s/d BAB 4 Isi Skripsi] Text (BAB 2 s/d BAB 4 Isi Skripsi)
Laporan TA_Saniyatul A'dawiyah_BAB2-4.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (1MB)

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas mesin cetak Offset MOV di PT X. Permasalahan utama pada mesin ini terlihat dari realisasi produksi yang belum memenuhi standar dan tingginya unPlanned Downtime dengan rata-rata 2.378 menit per bulan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas mesin, mengidentifikasi jenis Losses dominan, serta menentukan prioritas perbaikan yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Diagram Pareto, Diagram Fishbone, Failure mode and Effect Analysis (FMEA), dan Total Productive Maintenance (TPM). Berdasarkan hasil perhitungan OEE, diperoleh nilai rata-rata availability sebesar 50,9%, performance sebesar 28,9%, quality sebesar 97,5%, dan OEE rata-rata sebesar 14,1%. Nilai OEE tersebut masih jauh di bawah standar ideal 85%, sehingga menunjukkan bahwa efektivitas mesin cetak Offset MOV belum optimal. Hasil analisis Six Big Losses dengan diagram pareto menunjukkan bahwa kerugian terbesar berasal dari Reduced speed losses sebesar 36,7%, diikuti oleh setup and adjustment losses sebesar 23%, breakdown losses sebesar 15%, Losses ini menjadi prioritas perbaikan karena memberikan kontribusi terbesar terhadap rendahnya efektivitas mesin. Hasil fishbone menunjukkan bahwa terdapat empat penyebab yang paling sering muncul, yaitu jadwal produksi menumpuk, maintenance tidak dilakukan tepat waktu, operator kurang berpengalaman, dan penanganan gangguan mesin belum terstandar. Berdasarkan hasil FMEA, Failure mode dengan nilai RPN tertinggi adalah jadwal produksi menumpuk sebesar 216, sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Usulan perbaikan diarahkan pada pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) melalui pilar Continuous improvement, Autonomous maintenance, dan Training and education.

Kata Kunci: efektifitas, fmea, mesin cetak offset, oee, six big losses

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 600 Teknologi
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 680 Manufaktur untuk penggunaan khusus > 680 Produksi untuk keperluan khusus
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 680 Manufaktur untuk penggunaan khusus > 686 Produksi percetakan dan aktivitas terkait
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Grafika dan Penerbitan > Teknologi Industri Cetak Kemasan D4
User ID Pengunggah: Saniyatul A'dawiyah
Date Deposited: 15 Jul 2026 08:00
Last Modified: 15 Jul 2026 08:00
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/38455

Actions (login required)

View Item
View Item