ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS CORRUGATED BOX PADA PRODUK A DI PT X MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN SEVEN TOOLS

2206411017, Ari Gunawan (2026) ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS CORRUGATED BOX PADA PRODUK A DI PT X MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN SEVEN TOOLS. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.

[thumbnail of Halaman Identitas Skripsi] Text (Halaman Identitas Skripsi)
Halaman Identitas_Ari Gunawan.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 2 s/d BAB 4 Isi Skripsi] Text (BAB 2 s/d BAB 4 Isi Skripsi)
Halaman isi _ Ari Gunawan.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (2MB)

Abstrak

Kemasan memiliki peranan penting dalam melindungi produk selama proses penyimpanan dan distribusi. Salah satu jenis kemasan yang banyak digunakan adalah corrugated box. PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi corrugated box. Namun, berdasarkan data produksi periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, ditemukan sebanyak 29.293 pcs defect dari total produksi 1.992.702 pcs atau sebesar 1,47%, sehingga melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 0,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis defect yang dominan, menganalisis penyebab terjadinya defect, serta memberikan usulan perbaikan guna meningkatkan kualitas produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Seven Tools dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis defect pada proses produksi corrugated box, yaitu creasing pecah, print blobor, slotter lari, print lari, printing botak, dan creasing lari. Berdasarkan analisis Pareto, empat jenis defect yang menjadi prioritas perbaikan adalah print blobor sebesar 26%, slotter lari sebesar 25%, creasing pecah sebesar 21%, dan print lari sebesar 21%, yang secara kumulatif menyumbang 93% dari total defect. Hasil peta kendali p (p chart) menunjukkan bahwa proses produksi belum terkendali secara statistik karena masih terdapat titik pengamatan yang berada di luar batas kendali serta tingkat defect yang melebihi batas toleransi perusahaan. Analisis fishbone diagram menunjukkan bahwa penyebab terjadinya defect berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Selanjutnya, hasil FMEA menunjukkan bahwa creasing pecah memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 252, diikuti print lari sebesar 240, print blobor sebesar 210, dan slotter lari sebesar 140 sehingga menjadi prioritas utama dalam upaya perbaikan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, usulan perbaikan difokuskan pada peningkatan ketelitian operator, pemeriksaan dan penggantian rubber roll serta pisau creasing secara berkala, verifikasi ulang setting mesin, dan memastikan pemasangan plat cetak dilakukan dengan tepat sebelum proses produksi. Implementasi usulan perbaikan diharapkan dapat menurunkan jumlah defect dan meningkatkan kualitas produk Corrugated box di PT X.

Tipe Dokumen: Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4)
Subjek: 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan
700 - Seni dan Rekreasi > 760 Pembuatan cetakan dan seni cetak > 760 Pembuatan cetakan dan seni cetak
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Grafika dan Penerbitan > Teknologi Industri Cetak Kemasan D4
User ID Pengunggah: S.Tr.ps Ari Gunawan
Date Deposited: 15 Jul 2026 04:35
Last Modified: 15 Jul 2026 04:35
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/38360

Actions (login required)

View Item
View Item