2206411021, Navia (2026) ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS KEMASAN JELLY MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS, FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA), DAN ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA). Lainnya thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
Navia_Identitas Skripsi, Bab 1&5.pdf
Download (5MB)
Navia_Bab 2-4.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (3MB)
Abstrak
PT YX adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kemasan fleksibel dengan sistem produksi Make to Order (MTO). Salah satu produk yang diproduksi adalah kemasan jelly. Saat ini perusahaan sedang dihadapi oleh permasalahan tingginya tingkat cacat pada proses printing, yaitu sebesar 68.290 meter atau 12,39% dari total produksi 551.311 meter periode Februari–Desember 2025, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat, menganalisis kondisi pengendalian kualitas proses produksi, menentukan prioritas penyebab kegagalan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta mengidentifikasi akar penyebab kegagalan melalui Root Cause Analysis (RCA) untuk merumuskan tindakan perbaikan preventif.
Data yang dianalisis berasal dari observasi, wawancara, kuesioner, serta data produksi dan cacat dalam periode Februari hingga Desember 2025. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan metode Seven Tools, FMEA, dan RCA. Hasil penelitian menunjukkan enam jenis cacat, yaitu scratch, cacat printing, miss register, blushing, arrow mark, dan warna lain. Diagram Pareto mengungkap cacat dominan berupa scratch sebesar 37,7%, diikuti cacat printing 25,7% dan miss register 20,4%. Analisis Control U-Chart menunjukkan proses produksi belum terkendali secara statistik, dengan nilai kapabilitas proses CP sebesar 0,46 dan Cpk sebesar 0,37. Diagram fishbone menunjukkan factor cacat terdiri dari factor man, measure, machine, material,methods and environtment.
Analisis FMEA mengidentifikasi tiga prioritas kegagalan utama: operator lambat menangani permasalahan dengan nilai RPN 40, partikel pigmen tinta kasar dengan nilai RPN 36, serta operator kurang teliti dalam pengecekan viskositas manual dengan nilai RPN 36. Analisis RCA menunjukkan faktor penyebab berasal dari manusia, material, metode, dan mesin. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan kompetensi operator melalui pelatihan dan pengawasan, penerapan prosedur penyaringan serta penyimpanan tinta yang lebih baik, optimalisasi sistem pompa tinta melalui perawatan berkala, standarisasi proses setting register, serta peningkatan pengawasan selama produksi. Implementasi perbaikan diharapkan mampu menurunkan tingkat cacat, meningkatkan stabilitas proses, serta meningkatkan kualitas kemasan jelly untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (Lainnya) |
|---|---|
| Subjek: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik > 670 Manufaktur, pabrik-pabrik 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 680 Manufaktur untuk penggunaan khusus > 686 Produksi percetakan dan aktivitas terkait |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Grafika dan Penerbitan > Teknologi Industri Cetak Kemasan D4 |
| User ID Pengunggah: | D4 Navia |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 06:29 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 06:29 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/38352 |

