ANALISIS KINERJA OXYGEN STRIPPER FEED-BOTTOM EXCHANGER (31-E-102) PADA UNIT NAPHTHA HYDROTREATING (NHT UNIT 31)

2302319010, Agung Subagyo (2026) ANALISIS KINERJA OXYGEN STRIPPER FEED-BOTTOM EXCHANGER (31-E-102) PADA UNIT NAPHTHA HYDROTREATING (NHT UNIT 31). [Laporan Kampus Merdeka]

[thumbnail of Bagian Identitas Laporan & Pembukaan] Text (Bagian Identitas Laporan & Pembukaan)
Halaman Identitas Laporan.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Isi] Text (Isi)
Isi.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (626kB) | Request a copy

Abstrak

Oxygen Stripper Feed Bottom Exchanger 31 E 102 merupakan salah satu peralatan penukar panas yang berperan penting dalam Oxygen Stripper Section pada Naphtha Hydrotreating Unit 31 di PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan. Kinerja heat exchanger yang menurun akibat terbentuknya fouling dapat menyebabkan peningkatan tahanan termal, penurunan laju perpindahan panas, serta berkurangnya efisiensi operasi unit. Oleh karena itu, dilakukan analisis kinerja Oxygen Stripper Feed Bottom Exchanger 31 E 102 untuk mengevaluasi kondisi aktual peralatan dibandingkan dengan kondisi desain. Analisis dilakukan menggunakan data operasi aktual periode 14 Desember 2025 sampai dengan 14 Januari 2026 yang meliputi temperatur masuk dan keluar fluida serta laju alir pada sisi shell dan tube. Data tersebut diolah melalui perhitungan heat balance, Log Mean Temperature Difference, karakteristik aliran, overall heat transfer coefficient, fouling factor, dan efektivitas heat exchanger. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai fouling factor aktual sebesar 0,04315 kaki kuadrat jam derajat Fahrenheit per British Thermal Unit lebih besar dibandingkan nilai desain sebesar 0,00845 kaki kuadrat jam derajat Fahrenheit per British Thermal Unit. Nilai koefisien perpindahan panas menyeluruh aktual sebesar 106,65 watt per meter kuadrat kelvin, lebih rendah dibandingkan nilai desain sebesar 437,20 watt per meter kuadrat kelvin. Selain itu, efektivitas perpindahan panas aktual sebesar 31,70 persen, sedangkan efektivitas desain sebesar 43,75 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kinerja termal heat exchanger 31 E 102 telah mengalami penurunan yang signifikan akibat akumulasi fouling. Oleh karena itu, diperlukan program cleaning, pemantauan kinerja secara berkala, dan evaluasi desain lanjutan untuk menjaga keandalan operasi Naphtha Hydrotreating Unit serta meningkatkan efisiensi perpindahan panas.

Kata kunci: heat exchanger, fouling factor, overall heat transfer coefficient, Naphtha Hydrotreating Unit, Oxygen Stripper Feed Bottom Exchanger.

Tipe Dokumen: Laporan Kampus Merdeka
Subjek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 660 Teknik kimia > 665 Teknologi industri minyak, lemak, lilin, dan gas
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Teknik Mesin D3
User ID Pengunggah: Agung Subagyo
Date Deposited: 15 Jun 2026 03:08
Last Modified: 15 Jun 2026 03:08
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/37095

Actions (login required)

View Item
View Item