2302319003, Aliva Sharon Wijaya Kusuma (2026) Evaluasi Permasalahan Strart Up pada Refrigerant Compressor 1 K 405 di Pabrik Ammonia PT Pupuk Kaltim. [Laporan Kampus Merdeka]
LAPORAN KERJA PRAKTIK_HALAMAN IDENTITAS LAPORAN.pdf
Download (1MB)
LAPORAN KERJA PRAKTIK_ISI.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (2MB) | Request a copy
Abstrak
PT Pupuk Kalimantan Timur merupakan perusahaan petrokimia yang memproduksi amonia dan urea dengan memanfaatkan berbagai peralatan mesin berputar yang beroperasi secara kontinu. Salah satu peralatan kritis yang digunakan adalah Refrigerant Compressor 1 K 405 yang berfungsi mensirkulasikan refrigeran amonia pada sistem pendinginan pabrik amonia. Setelah pelaksanaan Turn Around (TA) 2025, kompresor mengalami kegagalan start up berupa trip akibat vibrasi tinggi yang terjadi pada saat melewati rentang kecepatan tertentu. Permasalahan ini berpotensi mengganggu keandalan operasi dan kontinuitas proses produksi sehingga diperlukan evaluasi terhadap penyebab kegagalan tersebut.
Kerja praktik ini dilaksanakan di Departemen Inspeksi Teknik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur pada periode 12 Januari hingga 12 Maret 2026. Metode yang digunakan meliputi studi lapangan, studi literatur, pengumpulan data vibrasi melalui System 1, serta analisis menggunakan Bode Plot dan Polar Plot untuk mengidentifikasi karakteristik getaran rotor selama proses start up. Analisis juga dilakukan berdasarkan konsep synchronous dynamic stiffness untuk memahami perilaku dinamis rotor saat melewati daerah resonansi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama trip pada start up pertama pasca overhaul adalah keberadaan critical speed pertama pada rentang 6500 hingga 6700 rpm yang bertepatan dengan idle speed pada kurva start up awal. Ketika rotor ditahan pada rentang tersebut, amplitudo getaran meningkat secara signifikan akibat fenomena resonansi yang ditandai oleh puncak amplitudo dan perubahan fase sebesar 90° hingga 180° pada Bode Plot serta pola spiral membesar pada Polar Plot. Evaluasi menunjukkan bahwa peningkatan idle speed menjadi 7200 rpm memungkinkan rotor melewati daerah critical speed dengan cepat sehingga amplitudo getaran tidak mencapai batas proteksi dan kompresor berhasil mencapai kecepatan operasi normal tanpa trip.
Berdasarkan hasil evaluasi, perubahan start up curve dengan menghindari penahanan kecepatan pada rentang critical speed terbukti mampu meningkatkan keandalan operasi Refrigerant Compressor 1 K 405. Analisis ini menunjukkan pentingnya pemahaman rotor dynamics dan pemantauan vibrasi dalam menentukan strategi start up yang aman pada mesin berputar kritis.
Kata kunci: Refrigerant Compressor, Vibrasi, Critical Speed, Bode Plot, Polar Plot, Synchronous Dynamic Stiffness, Start Up.
| Tipe Dokumen: | Laporan Kampus Merdeka |
|---|---|
| Subjek: | 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan 500 – Ilmu Pengetahuan > 530 Fisika > 534 Suara, bunyi dan getaran yang terkait |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Mesin > Teknik Mesin D3 |
| User ID Pengunggah: | Aliva Sharon Wijaya Kusuma |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 03:09 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 03:09 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/37084 |

