Analisis machine loading dan implementasi line balancing untuk mengoptimalkan kapasitas produksi Hydraulic Cylinder PT XYZ

2302311013, Marco Pratama (2026) Analisis machine loading dan implementasi line balancing untuk mengoptimalkan kapasitas produksi Hydraulic Cylinder PT XYZ. [Laporan Kampus Merdeka]

[thumbnail of Bagian Identitas Bab 1 (Pendahuluan) & Bab 4 (Penutup)] Text (Bagian Identitas Bab 1 (Pendahuluan) & Bab 4 (Penutup))
Bagian Identitas Laporan PKL Bab 1&4_Marco Pratama_2302311013.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Bagian Isi Bab 2 (Tinjauan Umum) dan Bab 3 (Pelaksanaan Kerja Praktik)] Text (Bagian Isi Bab 2 (Tinjauan Umum) dan Bab 3 (Pelaksanaan Kerja Praktik))
Bagian Isi Lapoaran PKL Bab 2&3_Marco Pratama_2302311013.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ

Download (1MB)

Abstrak

Praktik Kerja Lapangan PKL merupakan kegiatan akademik yang bertujuan untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di perguruan tinggi dengan penerapannya di dunia industri. Kegiatan PKL ini dilaksanakan di PT XYZ pada divisi Hydraulic Production yang memproduksi komponen hydraulic cylinder untuk alat berat. Fokus penelitian adalah menganalisis tingkat pembebanan mesin (machine loading) dan menerapkan metode line balancing guna mengoptimalkan kapasitas produksi serta mengurangi terjadinya bottleneck pada lini produksi.

Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan atau genba, pengukuran waktu kerja menggunakan metode Stopwatch Time Study, pengumpulan data kapasitas produksi, serta analisis beban kerja pada setiap stasiun kerja. Data yang diperoleh diolah untuk menentukan waktu standar, kapasitas tersedia, dan tingkat machine loading. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan beban kerja unbalanced line pada lini produksi hydraulic cylinder. Stasiun kerja RAW 01 Robot Auto Welding memiliki beban kerja sebesar 293,70 jam atau melebihi kapasitas standar sebesar 15,47 persen, sedangkan stasiun MC 05 Machining Center memiliki beban kerja sebesar 306,93 jam atau melebihi kapasitas standar sebesar 20,67 persen. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya bottleneck yang menghambat kelancaran aliran produksi.

Sebagai upaya perbaikan, dilakukan implementasi line balancing dengan cara mendistribusikan sebagian beban kerja dari stasiun yang mengalami overload ke stasiun lain yang memiliki proses sejenis dan kapasitas yang masih tersedia. Beban kerja RAW 01 dialihkan sebagian ke WP 01 Full Welding, sedangkan beban kerja MC 05 didistribusikan ke MC 04. Hasil perbaikan menunjukkan bahwa seluruh stasiun kerja yang terlibat berhasil berada di bawah batas kapasitas standar 2S2G sebesar 254,36 jam, sehingga keseimbangan lini produksi meningkat dan potensi bottleneck dapat diminimalkan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode line balancing efektif dalam menyeimbangkan beban kerja antar stasiun, mengurangi overload, meningkatkan efisiensi pemanfaatan mesin, serta mengoptimalkan kapasitas produksi hydraulic cylinder tanpa memerlukan investasi tambahan yang signifikan.

Tipe Dokumen: Laporan Kampus Merdeka
Subjek: 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 650 Manajemen dan hubungan masyarakat > 658 Manajemen umum
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 680 Manufaktur untuk penggunaan khusus > 688 Produksi produk final dan pengemasan
Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: Teknik Mesin > Teknik Mesin D3
User ID Pengunggah: Marco Pratama
Date Deposited: 08 Jun 2026 08:27
Last Modified: 08 Jun 2026 08:27
URI: https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/36719

Actions (login required)

View Item
View Item