2206411034, Novia Andri Yanti (2026) Pengaruh Penambahan Kitosan dan Grapeseed Oil Terhadap Karakteristik Edible Film Berbasis Pektin Kulit Apel. D4 thesis, Politeknik Negeri Jakarta.
Halaman Identitas_Novia Andri Yanti.pdf
Download (2MB)
Isi_Novia Andri Yanti.pdf
Restricted to Hanya Civitas Akademika PNJ
Download (2MB)
Abstrak
Sampah plastik yang terus meingkat mendorong pengembangan edible film sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan yang biodegradable. Penelitian ini mengkaji
pembuatan edible film berbasis pektin kulit apel dengan penambahan kitosan serta grapeseed oil menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor yaitu konsentrasi
kitosan tiga taraf (0.5 g; 1.0g; dan 1.5 g) dan konsentrasi grapeseed oil tiga taraf (0.15 g; 0.30 g; dan 0.45 g), dengan total 11 perlakuan termasuk dua kontrol dan 3 ulangan. Edible film dilakukan pengujian terhadap karakteristiknya yaitu fisik
(ketebalan, kadar air, daya serap, dan kelarutan), optik (transparansi), mekanik (kuat tarik, elongasi, dan modulus young), barrier (laju transmisi uap air), dan kimia (biodegradasi). Hasil pengujian dianalisis dengan menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA) two-way dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat pengaruh signifikan dengan sig <0.05 atau taraf kepercayaan 95%. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan konsentrasi kitosan meningkatkan karakteristik ketebalan, kuat tarik, dan modulus young, tetapi menurunkan transparansi, daya serap air, kadar air, kelarutan, elongasi, laju transmisi uap air, dan biodegradasi. Sedangkan grapeseed oil menurunkan kadar air, daya serap, kelarutan, transparansi, elongasi, dan biodegradasi yang disebabkan oleh sifat hidrofobik yang dimiliki grapeseed oil. Namun, grapeseed oil tidak berpengaruh signifikan terhadap ketebalan, kuat tarik, dan modulus young. Interaksi kedua faktor signifikan memengaruhi kadar air, kelarutan, elongasi, laju transmisi uap air, biodegradasi, dan kuat tarik. Secara keseluruhan, formulasi pada perlakuan PK3G1 (pektin 1 g, kitosan 1.5 g, dan grapeseed oil 0,15 g) memperoleh kuat tarik tertinggi sebesar
22.976 MPa, modulus young tertinggi sebesar 7.613 MPa, dan laju transmisi uap air terendah sebesar 0.080 g/m².jam. Kombinasi perlakuan ini merupakan kombinasi paling optimal karena menghasilkan edible film dengan kekuatan mekanik dan sifat barrier yang lebih baik di antara seluruh kombinasi perlakuan dan dibandingkan film berbasis pektin tanpa penambahan kitosan dan grapeseed oil, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kemasan pangan biodegradable.
| Tipe Dokumen: | Thesis / Skripsi / Tugas Akhir (D4) |
|---|---|
| Subjek: | 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 001 Ilmu pengetahuan |
| Bidang, Unit, atau Jurusan Yang Ditujukan: | Teknik Grafika dan Penerbitan > Teknologi Industri Cetak Kemasan D4 |
| User ID Pengunggah: | Novia Andri Yanti |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 06:53 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 06:53 |
| URI: | https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/31731 |

